Jeda

Dongeng Pajak di Jepara

Ahad, 30 April 2017 06:45 WIB Penulis:

DOK DEN HASAN

DI Jepara, Jawa Tengah, pajak menyatukan anak TK hingga SMA, mahasiswa, penulis blog, pengusaha, dan tentunya petugas pajak.

Olimpiade Pajak 516 yang berlangsung pada Sabtu (22/4) hingga tiga hari kemudian itu diikuti 66 siswa SMA peserta lomba cerdas cermat. Ada pula kompetisi swafoto dan blog yang menghubungkan pajak dengan Karimun Jawa hingga cita-cita Kartini.

Keriaan yang mengemas kampanye serupa juga dilakukan bergiliran di taman bacaan, TK, dan SD oleh pendongeng Den Hasan di 468 lokasi di Jepara. Ada kisah tentang asal usul Pantai Teluk Awur, yang tercipta karena pengkhianatan Badar Wungu, pembantu raja yang tak jujur.

Bertepatan dengan penutupan olimpiade, malam harinya, para pengusaha yang tergabung dalam Komunitas Tangan di Atas (TDA) hingga Kadin Jepara bertandang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama yang dipimpin Endaryono itu.

Mereka dipertemukan dalam peluncuran Ruang #Sahabat 516. Pemilihan angka cantik itu tak terkait unjuk rasa, tapi merujuk pada nomor KPP. Di NPWP wajib pajak (WP) di sana, tercantum 516 pada jajaran angka di kartu mereka.

"Ruang #Sahabat 516 ini sebenarnya aula, yang setiap Sabtu bisa dimanfaatkan untuk melakukan berbagai pelatihan atau acara seni.Syaratnya kami boleh melakukan sosialisasi berupa pemaparan atau memutar film tentang pentingnya membayar pajak," kata Endar-
yono.

"Ikhtiar-ikhtiar seperti itu perlu diperbanyak dan diperkuat dan seharusnya menjadi program nasional supaya pajak semakin dikenal dan pelayanan bagus. Upaya ini bagian dari partisipasi dalam reformasi perpajakan," kata pengamat perpajakan, Yustinus Prastowo. Zat/M-2

Komentar