MI Muda

#Diberiuntukmemberi

Ahad, 30 April 2017 03:01 WIB Penulis: Bagus Patria/M-1

Dok. Bagus Patria

AWALNYA gerakan sosial #Diberiuntukmemberi merupakan proyek pribadi Hana. "Awalnya gue bener-bener ngejalanin sendirian, project pertama itu ngasih bantuan meja belajar lipat, tikar, dan buku bacaan untuk rumah belajar Pelangi Damai di Lampung Timur," jelas Hana Hetty Manuella, mahasiswa Komunikasi Binus Internasional, sang pendiri gerakan ini.

Diakui Hana, mengerjakan segalanya sendiri memang berat. Oleh karena itu, dia mulai mengajak teman-teman terdekatnya untuk ikut bergabung. Sekarang gerakan sosial ini sudah memiliki 15 anggota yang menjadi koordinator di bidang masing-masing. Total 90 orang sudah berpartisipasi menjadi relawan berbagai program #Diberiuntukmemberi.

Hana sendiri tergerak untuk membuat gerakan sosial ini ketika dia sedang melakukan pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Ketika di sana, dia melihat bahwa semangat untuk menjadi relawan di Indonesia masih sangat jauh dengan di Amerika Serikat.

Universitas di sana sudah memiliki kewajiban social hour selama 10 jam per satu mata kuliah sehingga semangat untuk menjadi relawan di sana sangat besar.

Hal itu pula yang akhirnya mendasari visi utama dari #Diberiuntukmemberi, yaitu Spread the spirit of volunteerism. Mereka juga memiliki target, pada 2020 mendapatkan relawan hingga berjumlah 1.000 orang.

Media sosial

Mungkin beberapa dari kalian banyak yang bertanya, kenapa harus ada tagar di depan nama #Diberiuntukmemberi? Pemberian tagar tersebut bukan asal-asalan ternyata. Tagar diberikan karena simbol tersebut cukup efektif di sosial media.

Diakui Richel Angelina, 24, Social Media Manager #Diberiuntukmemberi, gerakan sosial tersebut memang benar-benar berangkat dari media sosial.

Semuanya jalan #Diberiuntukmemberi dimulai dari sosial media. Mulai promosi acara, open recruitment volunteer, sampai pembukaan donasi. Menurut Richel, pengaruh media sosial sangat besar untuk #Diberiuntukmemberi.

"Contoh saja, misalkan ada volunter yang ikutan terus update, kan ada temannya lihat, akhirnya tertarik deh buat ikutan, itulah the power of social media," jelas Richel.

Berdiri sejak Juli 2016, #Diberiuntukmemberi sudah memiliki berbagai program. Bukan hanya di sekitar pulau jawa, melainkan juga sampai ke berbagai daerah di Indonesia. Program-program mereka, antara lain, bantuan meja lipat di Lampung Timur, perbaikan karang di Bangka Belitung, pemberian nasi kotak untuk petugas kebersihan di Jakarta, hingga pembagian buku di Makassar.

Komentar