MI Anak

Olah Sampah Jadi Barang Indah

Ahad, 30 April 2017 02:01 WIB Penulis: Ni Putu Trisnanda/M-1

Dok. Bagus Patria

Banyak nyamuk di rumahku...

Gara-gara aku malas bersih-bersih...

Aduh mama aku jadi susah tidur...

Nah lo, siapa di antara Sobat Medi yang juga malas bersih-bersih?

Bener tuh lagu dari Kak Enno Lerian, saat Sobat Medi malas menjaga kebersihan rumah maka bakteri-bakteri yang menyebabkan penyakit pun berdatangan. Sobat Medi tidak mau sakitkan?

Salah satu cara menjaga kebersihan ialah dengan merawat sampah. Aneh ya sampah dirawat? Ternyata selain dibuang begitu saja, sampah yang ada dirumah Sobat Medi bisa dimanfaatkan menjadi berbagai hiasan dan perkakas rumah lo!

Lumayankan selain rumah dan lingkungan Sobat menjadi bersih dan asri, Sobat juga bisa belajar wirausaha lo dari prakarya dari bahan baku sampah itu.

Contohnya ada Kak Yeni Mulyani Hidayat, 40, yang sekarang sudah sering pameran di mana-mana, bahkan karyanya sudah sampai ke luar negeri seperti Belanda, Amerika, bahkan Nigeria.

Kak Yeni merupakan ibu dari Bank Sampah My Darling, kependekan dari masyarakat sadar lingkungan, komunitas yang bergerak di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sejak September 2012, kakak yang berpenampilan rock and roll ini sudah rajin mengumpulkan barang-barang tidak terpakai seperti botol bekas, bungkus kopi, koran, dan bahkan ban bekas.

"Wah kalau kata orang, barang-barang itu sampah, menurutku sih itu modal untuk beli pulsa hehehe," ujar Kak Yeni saat ditemui Medi di Markas My Darling sambil menggulung kertas koran pada Selasa (18/4).

Jadi pelopor kebersihan

Sobat tau enggak sih saat ini sampah plastik dan sampah kertas jumlahnya sangat banyak lo. Misalnya saja sedotan. Ayok coba kita bayangkan jika Sobat suka jajan minuman di sekolah sehari 2 kali, dalam satu minggu sampah sedotan Sobat sudah ada 14 buah. Jika selama satu bulan Sobat terus melakukan hal yang sama, akan ada 60 buah sedotan yang tak terpakai.

Dalam satu tahun, sampah sedotan Sobat sudah ada 730 buah apalagi jika dikalikan dengan sampah dari teman-teman Sobat. Banyakkan?

Belum lagi sampah bekas bungkus kemasan dan botol minuman, menurut data Dinas Kebersihan Jakarta, sebanyak 6.270 ton sampah per hari datang dari Jakarta. Angka ini sama dengan berat 25 paus biru dan menutupi empat kali lapangan sepak bola.

Masih berdasarkan data Dinas Kebersihan Jakarta, sebanyak 79% sampah di Jakarta dikirim dan diolah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargerbang, sisanya ada yang didaur ulang ataupun tak terangkut.

Jumlah yang besarkan Sobat? Sudah saatnya Sobat menjadi pelopor kebersihan. Caranya, Sobat bisa meminimalkan pemakaian benda-benda sekali pakai atau Sobat bisa mengolahnya sendiri dan menjadikan sampah sebagai gaya hidup. Untuk mengurangi pemakaian, Sobat bisa membiasakan diri menggunakan tempat minum sehingga bisa dipakai berulang kali atau membawa tas yang bisa digunakan saat berbelanja atau jajan, bisa juga Sobat membawa tempat makan untuk menyimpan bekal makanan atau jajanan.

Ni Putu Trisnanda, Mahasiswa Jurnalistik, Universitas Padjadjaran/M-1

Komentar