MI Anak

Bertamu ke Rumah Pitung

Ahad, 30 April 2017 01:45 WIB Penulis: Gregorius Gelino

MI/Ramdani

LIBURAN panjang kali ini jalan-jalan ke lokasi-lokasi menarik di Jakarta yuk! Salah satunya, Rumah Si Pitung di Kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Sobat Medi tahu dong, tentang Si Pitung?

Dalam cerita sejarah Jakarta, Si Pitung dianggap sebagai pahlawan di kalangan bawah masyarakat, namun dicap penjahat oleh pemerintah Belanda. Pitung memang mencuri dari orang-orang kaya dan membagikan hasil curiannya kepada orang-orang miskin. Ia sendiri tidak pernah menggunakan hasil curiannya, karena hal ini Pitung mendapat julukan Robin Hood dari Indonesia.

Si Pitung akhirnya menjadi buronan pemerintah Belanda kala itu, namun berkat kemampuannya dan bantuan orang-orang yang ditolongnya, dia berhasil menghindari pemerintah Belanda.

Dari Rawa Belong ke Cilincing

Banyak cerita mengenai asal-usul Pitung, ada yang menyebutkan dia tinggal di Rawa Belong, Jakarta Barat, ada juga yang menyebutkan dia warga Cilincing, Jakarta Utara.

Rumah Si Pitung sendiri dikabarkan ialah milik kawannya, Haji Safiudin. Namun karena Pitung sering singgah di tempat ini, maka orang mengenalnya sebagai Rumah Si Pitung.

Si Pitung sendiri memang tinggal di Rawa Belong, namun karena pemerintah Belanda sangat ingin menangkap Si Pitung, maka ia sering berpindah tempat. Rumah Haji Safiudin ini menjadi tempat yang sering dikunjungi Pitung, sehingga orang-orang berasumsi bahwa rumah tersebut merupakan tempat tinggal Pitung.

Rumah panggung

Rumah Si Pitung sendiri berbentuk seperti rumah panggung yang terbuat dari kayu, begitu juga perabotan yang ada di dalamnya. Rumah Si Pitung sudah pernah direnovasi, namun masih tetap menjaga bentuk aslinya. Selain Rumah Si Pitung, di dalam juga terdapat musala dan warung kecil. Uniknya, musala dan warung tersebut memiliki bentuk yang identik dengan Rumah Si Pitung.

Di dalam Rumah Si Pitung sendiri terdapat teras depan, ruang tamu, kamar tidur, ruang makan, dapur, dan teras belakang. Di teras depan terdapat maneken dengan pakaian pencak silat, satu meja, serta empat kursi.

Setelah memasuki pintu masuk, kita dapat melihat ruang tamu yang berukuran tidak begitu besar, namun terasa nyaman, setelah itu kita dapat melihat kamar Pitung yang memiliki satu tempat tidur dan meja kecil. Setelah melihat kamar tidur, kita akan melihat ruang makan yang terdiri dari satu meja dan empat kursi.

Di sini juga, kita dapat melihat lukisan dan koleksi seni budayawan Betawi, Ridwan Saidi. Setelah melihat ruang makan, kita dapat melihat dapur yang terletak persis di sebelah ruang makan. Akhirnya, kita sampai di teras belakang yang tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman dengan pemandangan kolam pemancingan.

Yuk, ke sini!

Gregorius Gelino, Universitas Bina Nusantara

Komentar