Film

Menyelami Keluarga dan Teman

Ahad, 30 April 2017 01:15 WIB Penulis: Her/M-4

DOK. MARVEL STUDIOS

SETELAH penantian beberapa tahun, The Walt Disney Studios akhirnya kembali dengan sekuel dari Marvel Studios yang paling ditunggu di awal tahun ini, yakni Guardians of the Galaxy Vol 2. Sama seperti sekuel sebelumnya, film ini diprediksi akan menuai kesuksesan yang sama.

Ada banyak petualangan dan kisah kocak dalam film yang tayang perdana di Indonesia pada 26 April 2017 ini. Banyak suguhan pertarungan seru, diselingi dengan kisah mengaduk emosi. Selera humornya sangat dinamis, mempertahankan tawa penonton secara berkala di sepanjang film dari awal hingga akhir.

Groot yang mengorbankan dirinya di film pertama kembali hadir dengan penampilan baru sebagai Baby Groot yang tampak mungil dan menggemaskan. Karakternya berbeda jauh dari Groot karena ingatannya hilang sepenuhnya. Tingkah Baby Groot yang hanya bisa mengatakan I am Groot itu sulit dipahami anggota tim lainnya.

Vol 2 ini mengisahkan seputar keluarga. Jika pada Guardians of the Galaxy dikisahkan soal ibu dari Peter Quill (Chris Patt), kali ini tim superhero penjaga galaksi tersebut kedatangan sosok Ego yang mengaku sebagai ayah biologis dari Quill. Dalam upaya memastikan apakah ada hubungan darah di antara keduanya, film ini mengajak penonton menyelami motif setiap karakter untuk sikap, tindakan, dan hubungan yang mereka bangun.

Film petualangan science fiction ini mengingatkan soal rahasia terbesar dalam hubungan manusia, yakni motif yang terpendam. Kebiasaan Rocket (Bradley Cooper) untuk bertingkah menyebalkan dan sering merugikan tim Guardians of the Galaxy. Itu ternyata bukan tanpa alasan. Menariknya, motif setiap karakter yang tersembunyi diangkat ke permukaan dengan cara perlahan melalui cara yang amat alamiah hingga tidak terkesan dipaksakan.

Lebih lanjut, pertarungan yang dilakukan juga penuh konsekuensi. Alih-alih sekadar mempertaruhkan nyawa, pertarungan yang dilakukan amat menentukan hubungan antarkarakter. Hal itu amat terasa dalam perseteruan tanpa henti di antara dua bersaudari, Gamora (Zoe Saldana) dan Nebula (Karen Gillan).

Volume kedua ini menjelaskan konflik mereka tak terlepas dari konsekuensi masa lalu. "Sebenarnya kisah mereka lebih dari sekadar kerumitan hubungan di antara keduanya," kata James Gunn, sutradara Guardians of the Galaxy Vol 2, dalam rilis resminya.

Setiap hubungan bisa berevolusi, tak hanya karena pilihan tetapi juga ekspektasi-ekspektasi yang dimiliki satu sama lain. Lewat evolusi hubungan, keunggulan kisah Marvel dalam menghadirkan karakter yang kuat kembali terbukti.

Pada akhirnya meski dipenuhi dengan karakter superhero yang memiliki berbagai kekuatan super, bukan bagian 'super' dari tiap karakter yang menjadi bagian paling mengena di hati para penggemar Marvel. Sebaliknya, karakter yang dibangun Marvel biasanya ialah sosok-sosok yang mempertanyakan tempat mereka di dunia, merasa terasing, dan sulit membaur. Di balik sosok yang tampak kuat, ada banyak kekurangan, kelemahan, dan pergulatan perasaan. Hal itu mengena di hati penggemar Marvel karena itu menggambarkan dunia nyata yang kita tinggali.

Guardians of the Galaxy Vol 2 menyelami hubungan persahabatan, keluarga, juga cinta. Pengemasan pesan mendalam dalam aksi yang kaya selera humor menjadikan petualangan science fiction layak menjadi tontonan pilihan. Namun, perlu diperhatikan, film ini untuk penonton 13 tahun ke atas, tidak disarankan untuk disaksikan anak-anak.

Komentar