Film

Hidupkan Semangat Bertetangga

Ahad, 30 April 2017 01:01 WIB Penulis: */M-4

Dok. Film

OVE (Rolf Lassgard) menjalani masa tuanya sendiri setelah kehilangan istrinya, Sonja (Ida Engvoll), karena serangan kanker. Ove merupakan sosok yang tegas, kaku, dan pemarah. Ia tinggal di sebuah blok yang memiliki banyak peraturan. Ia dan sobatnya, Rune, ingin lingkungan mereka tetap asri sehingga sejak muda mereka selalu patuh dan memaksa seluruh penghuni blok itu untuk taat pada peraturan.

Sejak Rune mengalami stroke, Ove menjadi satu-satunya yang menjaga daerah tersebut. Harapannya untuk tinggal di lingkungan yang asri dengan setiap warganya yang taat ternyata berbanding terbalik dengan realitasnya. Ia pun berubah menjadi sosok yang pemarah sehingga ia sering kali berselisih dengan tetangganya. Cobaan lain ia hadapi saat dipecat dari pekerjaannya. Merasa putus asa, Ove berencana mengakhiri hidupnya.

Siapa sangka, saat ia bersiap menggantung dirinya munculah Parvaneh (Bahar Pars). Perempuan hamil keturunan Iran Swedia itu menabrak kotak suratnya. Melihat kejadian itu Ove mengurungkan niatnya dan menegur Parvaneh yang ternyata tetangganya yang baru pindah dengan keluarganya.

Setelah gagal, Ove kembali mencoba berbagai cara mengakhiri hidupnya. Kembali Parvaneh dan keluarganya berhasil menggagalkan rencananya. Dari sana terbangunlah persahabatan yang unik di antara mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, masa lalu Ove pun muncul dan menjelaskan alasan mengapa ia menjadi seseorang yang pemarah.

Film yang diangkat dari novel yang berjudul sama The Man Called Ove karya Fredrick Backman ini berisi kisah inspiratif bahwa cobaan hidup akan terasa ringan saat berbagi. Kebiasaan dan rutinitas Ove dan Parvaneh itu mengembalikan semangat bertetangga yang saling peduli dan membantu jika dibandingkan dengan di Indonesia ketika semangat itu sudah hampir pudar.

Hannes Holm selaku sutradara berhasil mengolah perasaan penontonya. Meski ada beberapa lelucon asal Swedia, penonton tetap bisa tertawa bersama karena penyampaian para pemainnya yang baik.

The Man Called Ove merupakan salah satu film yang diputarkan di ajang FEstival Film Eropa (FFE) yang diselenggarakan kedutaan-kedutaan besar dan pusat kebudayaan Eropa di Indonesia sejak 1990.

Dengan menggandeng 74 film yang berkualitas dan sudah berhasil meraih beberapa penghargaan seperti Academy Award, Cannes Film Festival, Oscar, dan Golden Globe, pemutaran film FFE tak hanya bisa dinikmati di Jakarta tetapi juga ada di Bandung (5-6 Mei di Auditorium IFI), Denpasar (7-9 Mei, Bentara Budaya Bali), Medan (5-7 Mei, Grand Aston City Hall), Surabaya (9-10 Mei, Auditorium IFI), dan Yogyakarta (12-13 Mei, Auditorium IFI).

Komentar