Kuliner

Tidak Berbau di Republik Jengkol

Ahad, 30 April 2017 00:45 WIB Penulis: Zico Rizki

MI/Barry Fathahillah

Dengan pengolahan yang tepat, jengkol tidak akan menimbulkan bau, bahkan dapat memberikan sensasi makan yang menarik.

MENYANTAP makanan sesuai dengan kesukaan pribadi memang menyenangkan. Namun, bagaimana jika menu kesukaan tersebut sangat sulit untuk didapatkan?

Kondisi seperti itu kerap dialami para penikmat salah satu buah yang menghasilkan bau tak sedap, yakni Jengkol. Bagi penikmat jengkol, salah satu restoran di bilangan Keramat Jati, Jakarta Timur, ini menyediakan sensasi santapan jengkol yang unik. Diimprovisasi, tapi tidak meninggalkan keautentikan rasa kuliner Nusantara.

Bagi jengkolers (sebutan pecinta jengkol), restoran Republik Jengkol yang terletak di Jalan Kerja Bakti No 16B, Kramat Jati, Jakarta Timur, ini patut dikunjungi. Ada empat hidangan yang wajib dicicipi, yakni semur jengkol, rendang jengkol, jengkol lada hitam, dan tongseng jengkol.

Sajian pertama ialah semur jengkol. Biasanya masakan Betawi ini disajikan dengan nasi uduk. Kuah semurnya yang berwarna pekat berasal dari kecap hitam atau kluwek dan cair.

Di Republik Jengkol, Anda tidak akan menemukan kuah dengan konsistensi cair dan warna hitam pekat. Konsistensi kuah lebih kental dan mirip seperti saus serta warna cokelat tua menyelimuti jengkol yang dipotong-potong seperti porsi satu potong potato wedges. Japri, koki Republik Jengkol, mengatakan jengkol sengaja dipotong-potong untuk memudahkan pelanggan melahapnya tanpa harus memotongnya. Rasa manis mendominasi semur ini. Namun, ada sedikit rasa pahit dari jengkol saat dikunyah. Tambahan lada hitam menambah kaya rasa dan aroma semur.

Bila ingin yang pedas, coba rendang jengkol. Kudapan yang terkenal di Minangkabau itu sebenarnya tidak bisa disebut rendang. Lebih mirip dengan kalio atau rendang berkuah.

Saat dikunyah, rasa pahit jengkol terasa samar, mungkin karena kuah racikan santan dan bumbu-bumbu rendang lainnya mendominasi. Pada kudapan ini, Anda akan merasakan rasa pedas dari setiap gigitan jengkol.

Kuah santan dan bumbu-bumbunya meresap sempurna ke jengkol sehingga tidak akan disangka bahwa rendang ini berbahan utama jengkol. Bila Anda tidak sempat makan di tempat dan memilih untuk menyantapnya di rumah, cukup hangatkan makanan itu. Saus dan bumbu akan semakin meresap ke dalam jengkol.

Ada dua sajian yang menjadi unggulan dan favorit di restoran ini, yakni jengkol lada hitam dan tongseng jengkol. Bahkan, keduanya bisa disebut sebagai masterpiece dari pemilik restoran ini, Fatoni. Dari tampilan, jengkol lada hitam memiliki sajian yang indah dan menarik. Banyak warna yang tampak dari hidangan ini. Aroma lada hitamnya pun langsung menyengat di hidung.

Sensasi rasa pedas yang ditawarkan sangat menarik. Ada dua lapisan rasa pedas yang terasa. Dari saus lada hitam dan potongan cabai rawit. Pecinta makanan pedas patut mencicipinya.

Puncaknya tongseng jengkol. Kali ini jengkolnya tidak sendiri, tapi ada potongan daging sapi berukuran dadu yang cukup besar untuk menemaninya. Dagingnya tidak mendominasi komposisi dan rasa. Pemeran utama tetap jengkol.

Dalam menu itu, jengkolers akan merasakan berbagai macam rasa. Kuah santan yang terpadu dengan bumbu rempah berwarna kecokelatan memberikan kombinasi rasa manis, gurih, dan asam. Cobalah melahap jengkol bersamaan dengan potongan tomat hijau serta kuah. Jengkolers akan merasakan pengalaman melahap jengkol yang menyenangkan.

Tidak berbau dan berkualitas

Kemasyhuran buah Jengkol terkenal dari baunya yang tidak sedap saat diolah maupun saat disantap. Lebih parahnya lagi, saat buang air setelah mengonsumsi jengkol, aroma urine dan feses akan menyengat.

Japri mengatakan kepada Media Indonesia, sang inventor masakan jengkol ini, Fatoni menjamin masakan di Republik Jengkol tidak akan berbau di mulut atau saat buang air. Ia mengatakan, itulah merupakan visi Fatoni dalam menciptakan masakan jengkol yang lezat dan tidak berbau. Oleh karena itu, mekanisme pengolahan buah tersebut dilakukan dengan telaten untuk menghasilkan santapan yang berkualitas. Untuk menghasilkan masakan jengkol berkualitas tinggi, salah satu poin penting menurut Republik Jengkol ialah pemilihan jengkol. Japri mengatakan Fatoni memilih langsung jengkol jepara. Alasan pemilihan jengkol jepara ialah isinya yang dapat menjadi legit ketika diolah. (M-4)

Komentar