Eksplorasi

Larva Ngengat Lilin Bantu Kurangi Polusi Plastik

Sabtu, 29 April 2017 05:35 WIB Penulis: Dailymail/BBC/Hnf/L-2

AFP

PENGGUNAAN kantong plastik yang setiap tahun meningkat cukup meresahkan banyak pihak karena penguraian limbahnya memakan waktu yang lama.

Baru-baru ini ilmuwan menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan bantuan larva ngengat lilin (Galleria mellonella).

Peneliti dari Institute of Biomedicine and Biotechnology of Cantabria di Spanyol menyatakan larva ngengat lilin dapat menyebabkan kerusakan serius pada kantong plastik dalam waktu singkat.

Tidak hanya mampu menelan plastik, ulat tersebut juga mampu mengubah plastik menjadi alkohol tembus pandang atau etilen glikol.

Ketua peneliti, Federica Bertocchini, menyatakan penemuan itu terjadi secara kebetulan. Suatu saat mereka meneliti lebah dan melihat kantong plastik yang berisi larva ngengat lilin mengalami kerusakan akibat dimakan ulat tersebut.

Bertocchini menyelidiki lebih jauh dengan menaruh ratusan ulat ke dalam tas plastik biasa dari supermarket.

Dalam waktu 40 menit, lubang-lubang terbentuk.

Setelah 12 jam, kantong plastik itu berkurang hingga 12 miligram.

Dalam penelitian itu, Bertocchini bekerja sama dengan peneliti Paolo Bombelli dari Cambridge University.

Mereka memublikasikan hasil penelitian tersebut dalam Current Biology.

Sebenarnya larva ngengat lilin tidak makan plastik, tapi ternyata dalam kondisi kelaparan ulat tersebut mampu melakukannya.

"Kami menemukan larva ngengat lilin mampu mengurai jenis plastik paling berat, paling tahan banting, dan paling banyak digunakan, yaitu polietilen," kata Bertocchini.

Ngengat lilin banyak ditemukan di Eropa dan Amerika Utara bagian Timur.

Mereka umumnya bertelur di sarang lebah.

Bombelli menyatakan penemuan tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengatasi limbah plastik.

"Kita perlu memahami rincian proses operasi ini dan berharap bisa memberikan solusi teknis untuk meminimalkan masalah sampah plastik," ujar Bombelli.

Tim peneliti telah mematenkan penemuan tersebut.

Mereka ingin mempercepat penemuan rahasia kimiawi di balik degradasi alami plastik tersebut.

Komentar