Jendela Buku

Ungkapan Bahagia yang Sederhana

Sabtu, 29 April 2017 01:35 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari/M-2

AKU paling kesal kalau Meps janji pulang jam 8, ternyata sampai aku tidur (jam 10), dia masih belum sampai juga di rumah.

Nah, ini yang paling aku tidak suka.

Beps bilang harus jemput Meps supaya cepat sampai di rumah, ternyata dua-duanya malah tidak pulang-pulang.

Ke mana sih kalian berdua?

Nukilan catatan harian milik seorang anak kecil bernama Soca Sobhita itu hadir dalam lembar bagian awal seusai dirinya menceritakan panggilan untuk sang ibu dengan Meps dan ayahnya, Beps.

Tidak seperti kisah anak-anak pada umumnya, Soca secara gamblang mengungkapkan bagaimana kedua orangtuanya tersebut baik dari segi fisik maupun perilakunya.

Ia tak menggambarkan keduanya sempurna karena Meps sering kali marah-marah, sedangkan Beps selalu telat datang saat memiliki janji.

Pun dengan Beps yang menurut Soca tidak pandai menyanyi karena suaranya sering balapan dengan petikan gitarnya.

Sudut pandang Soca sangatlah unik.

Ia menggambarkan apa adanya, tetapi kedua orangtuanya justru menjadi terlihat sempurna dengan pola asuh yang tak memaksa.

Dengan apik dan pilihan kata yang sederhana, Soca menceritakan kisah sehari-hari yang lekat dengan dirinya, baik Meps ataupun Beps, kisah anjing dan ayam peliharaannya, makanan dan minuman kesukaannya, tergambar jelas dengan kata-kata sederhana dan detail.

Tergambar juga bagaimana komunikasi antara orangtua dan anak yang dituliskan secara apa adanya, perihal pendapat Meps ataupun Beps.

Bagi saya, membaca buku Aku, Meps, dan Beps justru membuat saya memiliki ritme nada layaknya seseorang anak kecil yang sedang bercerita.

Soca dan Reda berhasil membawa saya kembali ke dunia masa kecil yang dipenuhi dengan hal sederhana tetapi sebetulnya menjadi bekal saat tumbuh dewasa.

Soca tak jarang melemparkan kritik kepada Meps dan Beps jika keduanya dirasakan tidak berperilaku sesuai, seperti ketika Meps marah-marah terhadap ayam peliharaannya yang bernama Kuku.

"Bagaimana ayam itu tahu bahasa manusia," ungkap Soca jenaka.

Narasi keluarga ideal

Buku ini bukan berniat menjadi sebuah acuan bagaimana menghadirkan narasi keluarga yang ideal.

Soca dan Reda menghadirkan curhatan sehari-hari sederhana dalam keluarga yang mengundang senyum pembaca.

Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo berhasil membuat pembaca untuk sejenak melihat dan merenung masa kecil untuk kembali menekuni ingatan-ingatan manis masa kecil.

Kegembiraan seperti apa yang dialami waktu itu.

Buku ini dilengkapi gambar-gambar dari Cecillia Hidayat yang semakin melengkapi daya imajinasi saat membaca cerita.

Membaca buku ini membuat warna baru bagi hari-hari karena selalu menyisakan tawa di setiap akhir kalimat dalam satu cerita.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, pelajaran untuk menghargai setiap pendapat anak memang sebaiknya dilakukan sejak dini.

_____________________________

Judul : Aku, Meps, dan Beps

Karya : Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo

Penerbit: Post Press

Tahun : Desember 2016

Tebal : 88 halaman

Komentar