WAWANCARA

Dandim 0912/Kutai Barat: Program TMMD Membantu Rakyat

Kamis, 27 April 2017 16:26 WIB Penulis: Golda Eksa

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0912/Kutai Barat Letkol Inf Hendriawan Senjaya (kiri)---MI/Golda Eksa

PROGRAM TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), seperti yang berlangsung di Kampung Long Bagun Ulu, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil dari kegiatan yang sejalan dengan visi/misi pemerintah daerah itu pun sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat yang berdomisili di daerah tertinggal.

Lantas, apakah semua wilayah bisa merasakan program TMMD dan bagaimana prosedurnya? Berikut wawancara Golda Eksa dari Media Indonesia dan Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0912/Kutai Barat Letkol Inf Hendriawan Senjaya di Kampung Long Bagun Ulu, Selasa (25/4).

Wilayah mana saja yang menjadi sasaran untuk program TMMD?

"Wilayah perbatasan menjadi prioritas karena pemerintah ingin membangun beranda depan Indonesia. Silakan setiap desa ajukan ke Kodim. Proyek swakelola ini berkonsep bottom-up dan nanti akan kami tinjau untuk selanjutnya diajukan ke pemerintah daerah."

Jika disetujui, apa langkah awal untuk merealisasikan harapan masyarakat?

"Sebelum pelaksanaan TMMD kita akan sosialisasikan kepada masyarakat. Lalu dimulai dengan pra kegiatan, seperti membuka lahan. Pemda yang menyediakan anggaran operasional di lapangan hingga tahap perawatan dan pematangan lahan, contohnya ketika membangun infrastruktur jalan. Kita buat jalan sepanjang 2 kilometer dari rencana yang hanya 1,5 kilometer."

Selain jalan, kegiatan TMMD apa yang Anda kerjakan di Kampung Long Bagun Ulu?

"Ada beberapa, contohnya mendirikan 17 rumah semi permanen tipe 45 meter persegi, perbaikan 7 jembatan untuk mengamankan transportasi material, pembuatan gapura, penghijauan di jalan permukiman, sarana air bersih dari mata air, dan penerangan untuk warga. Sasaran lain ialah renovasi Rumah Lamin atau balai pertemuan adat dan mendirikan tempat pengajian anak-anak."

Apa alasan membangun hanya 17 rumah dan untuk siapa saja hunian itu diberikan?

"Ini merupakan relokasi dari permukiman padat di RT 05 Kampung Kampung Long Bagun Ulu. Kita buat RT 06 untuk perkampungan baru yang pemilihan penghuninya diserahkan kepada pemuka adat serta petinggi kampung."

Durasi kegiatan TMMD berlangsung singkat, hanya 30 hari. Apakah cukup untuk mencapai target?

"Kami optimistis selesai tepat waktu. Makanya, pekerjaan ini tidak hanya dilakukan oleh TNI saja, tapi juga melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Total ada 150 prajurit dan tambahan sekitar 100 warga."

TMMD di Kabupaten Mahakam Ulu rencananya akan ditutup oleh KSAD Jenderal Mulyono pada 4 Mei mendatang, sementara di sisi lain masyarakat menaruh harapan agar TNI tetap membangun infrastruktur daerah tertinggal itu. Bagaimana Anda menyikapinya?

"Tugas sudah selesai seiring target. Kami berharap masyarakat bisa mengembangkan perkampungan, termasuk mencoba membuka lahan secara mandiri dan memanfaatkan lahan perkebunan. Yang pasti TNI tetap ada bersama rakyat." (OL-6)

Komentar