Features

Relokasi Kampung Baru di Long Bagan Ulu

Kamis, 27 April 2017 16:22 WIB Penulis: Golda Eksa

Prajurit TNI membangun sebanyak 17 rumah di Kampung Long Bagun Ulu, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. MI/GOLDA EKSA

NATALIUS Daung, 39, terlihat bersemangat memotong sebilah papan untuk dijadikan dinding rumah semi permanen yang menjadi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kampung Long Bagun Ulu, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimatan Timur.

Ia pun seolah tidak peduli dengan peluh yang mengucur dari kepala hingga membahasi sekujur tubuhnya. Natalius justru sering melempar senyum kepada sejumlah prajurit TNI yang kebetulan mengambil peran sentral dalam proyek pembangunan tersebut.

"Ya, karena saya senang membantu, apalagi sudah terpilih sebagai salah satu warga yang berhak menempati rumah-rumah baru ini," ujar Natalius kepada Media Indonesia, Selasa (25/4).

Kegembiraan yang terpancar di wajah Natalius tidak mengada-ada. Maklum, selama ini pria yang mencari nafkah sebagai petani pisang dan kakao itu tinggal berdesakan di rumah berukuran 8x5 meter per segi bersama 9 anggota keluarganya.

Kini Natalius tinggal menghitung hari untuk menempati rumah baru dan bersedia direlokasi perkampungan baru di Long Bagun Ulu. Di sana terdapat 17 rumah tipe 45 yang dibangun melalui program TMMD ke-98 tahun 2017.

"Kalau di rumah yang lama ada 3 KK (kepala keluarga), yaitu saya, mertua dan adik ipar. Sangat sempit, apalagi kalau mandi pasti antre," katanya.

Muslimin Usman, tokoh masyarakat Kampung Long Bagun Ulu, menambahkan perkampungan baru hasil karya TMMD berada di RT 06. Pun puluhan warga yang nantinya menempati rumah baru itu berasal dari RT 05.

Proses pemilihan warga yang akan direlokasi diputuskan oleh petinggi kampung, tokoh masyarakat, dan pemuka adat setempat. Prinsipnya rumah yang diketahui di dalamya terdapat beberapa KK pasti menjadi prioritas.

"Biasanya dalam satu rumah itu ada 3 KK hingga 5 KK. Nah, kita pisahkan mereka secara bertahap. Kita ubah polanya dengan mengajak translokal yang belum punya rumah untuk berkebun beternak, dan budidaya ikan."

Petinggi (Kepala Desa) Long Bagun Ulu Petrus Higang Lasah, mengaku sangat tertolong dengan pembukaan lahan baru untuk permukiman. Ia menilai kepadatan penduduk di satu titik tertentu amat memengaruhi peningkatan kesejahteraan di daerah tertinggal serta berpotensi menimbulkan konflik keluarga.

Lahan seluas 4 hektar yang di atasnya dibangun 17 rumah semi permanen serta sejumlah infrastruktur, imbuh dia, seperti jalan, jembatan, sarana air bersih, fasilitas penerangan, dan area perkebunan statusnya tetap milik adat.

"Kita butuh relokasi, tapi warga pasti tidak mampu membangun sendiri. Kami lalu konsultasi ke Pemda tapi tidak ada anggaran. Ternyata di Undang-undang ada anggaran untuk TMMD sehingga kami mengajukannya lewat TMMD," tutup Petrus. (OL-6)

Komentar