Features

Kalau Peringatan Isra Mi'raj di Istana Lebih Serius dan Formal

Selasa, 25 April 2017 20:25 WIB Penulis: Nur Aivanni

Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

ADA yang berbeda dengan peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo kali ini. Pasalnya, ia merayakan peringatan tersebut bersama ulama, kyai dan guru ngaji se-Indonesia di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Biasanya, peringatan Isra Mi'raj dilakukan di Istana Negara, Jakarta, bersama para menteri, pimpinan lembaga tinggi negara dan para duta besar. "Saya bertanya ke Pak Menteri (Menteri Agama Lukman Hakim), terus rakyatnya kapan?" ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan riuh para santri, Selasa (25/4).

Ke depannya, kata Presiden, peringatan Isra Mi'raj akan dilakukan bergantian baik di Istana maupun di pondok pesantren. Kalaupun peringatan tersebut digelar di Istana, ia meminta agar para ulama, kyai dan santri juga diundang. Presiden menyebut perayaan di ponpes lebih ramai ketimbang perayaan di Istana yang suasananya serius dan formal.

Pada kesempatan tersebut, Presiden mengingatkan betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pasalnya, Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras dan golongan.

Menurut Presiden, Indonesia layak menjadi panutan dunia dalam menjaga keberagaman tersebut. Untuk itu, ia mengajak para ulama, kyai, dan guru ngaji se-Indonesia agar dapat berperan aktif menjadi perekat tali silaturahim antar sesama umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Tunjukkan pada dunia bahwa Islam adalah agama yang cinta damai," tandasnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, antara lain pimpinan Ponpes Al-Hikamussalafiyah Cipulus Adang Badruddin yang sekaligus Ketua Forum Silaturahmi Guru Ngaji, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi pun kembali membagikan sepeda kepada para santri di Ponpes Al-Hikamussalafiyah Cipulus. Sebanyak lima sepeda dibagikan kepada santri yang berhasil menyebutkan tujuh suku, pulau, provinsi, kabupaten/kota dan Pancasila. Ia juga melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Masjid Nusantara. (OL-4)

Komentar