Hiburan

Kubu Dominic Toretto Pecah?

Selasa, 25 April 2017 08:12 WIB Penulis: Bagus Patria/MI Weekend

Salah satu adegan dalam film "The Fate of the Furious." -- AP Photo/Matt Kennedy

"Apapun mobilnya, yang penting adalah siapa yang di balik kemudi" - Dominic Toretto, The Fate and Furious.

Aksi balapan dengan mobil-mobil superior memang sudah selalu menjadi suguhan yang menarik bagi penggemar film-film Holywood. Pertama kali tayang pada 2001, sekuel Fast and Furious selalu menjadikan aksi balapan sebagai suguhan andalanya. Walaupun sejak Fast and Furious 4 (2009), sajian aksi pada sekuel ini mulai mendominasi, bahkan melebihi porsi balapannya, terbukti sekuel ini masih diminati oleh banyak orang.

Para penggemar geng mobil Dominic Toretto dan kawan-kawan akhirnya kembali dimanjakan dengan munculnya sekuel ke-8 mereka dengan judul The Fate and Furious yang tayang di Indonesia sejak Selasa (12/4) lalu. Sempat kehilangan Paul Walker, sang pemeran Brian O'Conner, di tengah-tengah pembuatan film ke-7 nya, ternyata sekuel teranyarnya ini masih bisa memberikan suguhan yang menarik dan tentunya menghibur.

Dikomandoi oleh F. Gary Gray, sekuel ini masih membawa nama-nama lama dari film-film sebelumnya. Tidak terkecuali Dominic Toretto (Vin Diesel), Hobb (Dwayne Jhonson), Ian Shaw (Jason Statham), Letty (Michelle Rodriguez), Tej Parker (Ludacris), Roman Pierce (Tyrese Gibson), dan Megan Ramsey (Nathalie Emmanuel) masih meramaikan film ini.

Seperti yang sudah diperlihatkan pada teaser trailer-nya konflik utama Fate and Furious adalah ketika Letty, Roman,Tej, dan Ramsey harus melawan komandan mereka sendiri, Dominic Toretto, yang tiba-tiba saja membelot. Dom yang selama ini sangat dipercaya tiba-tiba berkhianat dengan melukai Hobbs dan mencuri sebuah alat pemacu nuklir yang membahayakan dunia. Seperti film-film sebelumnya, masalah kekeluargaan lagi-lagi ditekankan pada film yang skripnya ditulis oleh Chris Morgan ini.

Setelah memberikan suguhan gila dengan memberikan adegan terjun payung menggunakan mobil di film sebelumnya, Fast and Furious seolah-olah tidak kehabisan ide untuk memberikan aksi gila kepada penonton. Kali ini sang sutradara memberikan adegan dimana untuk menghalangi ditangkapnya Dom oleh mantan rekannya, Cipher (Charlize Theron) mengendalikan ratusan mobil yang ada di sekitar kota, bahkan hingga adanya adegan 'hujan mobil' yang cukup bombastis dan bisa dibilang merupakan salah satu suguhan utama di film ini.

Tabrakan dan ledakan juga tetap menjadi sesuatu yang ditonjolkan dalam film ini. Walau tidak sebaik adegan mencuri brankas pada Fast Five (2011), tensi tegang yang diberikan pada Fate and Furious ini bisa dibilang cukup menarik dan berdebar-debar. Apalagi pada adegan kaburnya Hobbs dan Ian Shaw dari penjara dan kejar-kejaran antara mobil, motor ski, dan kapal selam pada scene akhir film yang berlatar di atas tudung es yang tipis.

Walaupun memiliki porsi tegang, para pemain pada film ini tetap memberikan suguhan canda untuk mencairkan suasana. Seperti biasa, Roman Pearce yang banyak bicara seringkali melakukan hal bodoh yang membuat penonton tertawa. Selain itu, Ian Shaw yang berpindah kubu kerap kali melontarkan ejekan-ejekan lucu kepada mantan musuhnya, Hobbs. Ditambah lagi dengan masuknya seorang amatiran, Little Nobody (Scoot Estwood), yang merupakan anak buah baru dari Mr. Nobody (Kurt Russel).

Seperti yang sudah ditekankan sebelumnya, film Fast and Furious yang dulunya didominasi dengan adegan balapan kini sudah dibumbui dengan adegan berbagai adegan aksi. Bahkan tren pahlawan super yang sedang sering menghiasi layar lebar seakan-akan juga mempengaruhi film ini. Bayangkan saja, ada adegan dimana Hobbs bisa tidak mempan ditembak peluru karet dan juga dapat melepaskan borgol besi di tanganya. Aksi heroik? Jangan tanya, adegan mobil versus roket dan senjata berbahaya lainya bukan hal yang harus dipertanyakan lagi pada sekuel ini.

Walaupun masih banyak elemen-elemen lama yang disuguhkan di sekuel terbarunya, Fast and Furious 8 tetap menjadi film aksi balapan yang layak untuk ditonton. Efek spesial yang menggugah dan daya tarik dari pemeran-pemerannya memang sudah menjadi nilai tambah yang membuat film ini masih menarik. Animo penggemar juga masih sangat besar, terlihat dari beberapa bioskop yang bahkan membuka dua sampai tiga studio untuk film Dominic Toretto dan kawan-kawan ini. (OL-5)

Komentar