Pesona

Bermain Ilusi Pola Jahit

Ahad, 23 April 2017 05:31 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari

MI/Susanto

Pada peragaan tahunannya, label Ltru menyuguhkan koleksi yang santai tapi unik dengan permainan ilusi pola jahit dan potongan asimetris.

MERAH, biru, oranye, kuning, dan ungu menjadi sebagian warna yang memberikan kesegaran pada koleksi busana muslim berlabel Ltru. Tak hanya warna-warninya, detail-detail dalam setiap busananya juga menarik perhatian.

Contohnya, permainan ilusi pola jahit yang tampil pada busana terusan berwarna hitam. Di bagian depan busana tampak garis pola gaun tanpa kerah dan lengan, dengan bagian pinggul yang bervolume. Ilusi lainnya hadir sebagai kerah di salah satu sisi depan busana.

Motif garis yang menyerupai pola jahit ini juga dihadirkan dalam tunik panjang berwarna cokelat keabuan yang dipadankan dengan celana krem. Sentuhan warna lebih mencolok dihadirkan dalam kerudung, yang kali itu ialah biru toska. Pilihan warna redup ini membuat busana dengan motif ala pola jahit itu tetap wearable untuk sehari-hari.

Komisioner PT Truwear Asa Link, tempat bernaung label Ltru, Aju Isni Karim, mengatakan koleksi kali ini memang mengusung konsep baju yang terstruktur rapi tapi tetap bergaya fun. Sisi fun itu dihadirkan dengan penempatan detil ilusi pola tadi. Selain itu, lewat permainan jahit simpul, penggunaan kerah besar, hingga pemilihan warna pop art.

"Lebih santai, dengan cutting asimetris, pemberian motif stripes yang juga menjadi salah satu DNA kami. Ingin lebih memberikan keleluasaan bagi perempuan untuk bergaya," kata Isni dalam konferensi pers peragaan tunggal karya Ltru bertajuk Hello, di Fairmont Hotel Jakarta, Selasa (18/4).

Pemilihan material pun tampil apik, mulai linen poli, suede, rajut, semiwol, dan katun poli. Untuk garis potong, Ltru memberikan busana-busana berpotongan longgar agar perempuan leluasa dalam bergerak. Misalnya, potongan celana palazzo yang dipadukan dengan blus lengan panjang longgar yang dipercantik penggunaan jaket panjang berbahan suede.

Kerudung

Elemen lain yang mencuri perhatian dalam koleksi ini ialah kerudung cropcap, yakni penutup kepala seperti capuchon yang dimodifikasi. Kreasi Ini dibuat untuk kemudahan mengenakan kerudung namun tetap menonjolkan kesan.

Koleksi-koleksi dari label yang sudah berjalan dua tahun ini dibuat tiga komisioner yang didukung dengan tim desain yang terdiri dari 10 desainer muda. Isni mengatakan dari ketiga komisioner tak ada yang bisa menggambar. Namun, ide-ide mereka bisa tercurah dengan maksimal karena diskusi hangat yang selalu dijalin dengan para desainer.

"Kami ini senang berbusana yang bagus tetapi tidak bisa menggambar he he he. Tantangannya, dari 10 desainer itu kan memiliki pandangan kreatif yang berbeda, karena itu proses diskusi harus benar-benar matang supaya tercapai satu kesepakatan," tukas Isni. Untuk segmentasi usia, Ltru menyasar perempuan usia 25-55 tahun. Sementara itu, kisaran harga koleksi ini Rp200 ribu-Rp2 juta. (M-3)

Komentar