MI Anak

Mainkan Musik dengan Mata Tertutup

Ahad, 23 April 2017 02:01 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

MI/Seno

Cerah pagi ini bangunkan tidurku

Menyambut indahnya sang mentari

Kuambil penaku kutuliskan lagu

Kumainkan nada lagu ceria

Ayo kawan semua

bernyanyilah bersamah<

hilangkan duka lara

raih mimpi bersama

Ayo kawan semua

langkahkan kaki kita

belajar dan berdoa

tuk masa depan ceria

Penggalan lagu Raih Mimpi itu dinyanyikannya sambil tangannya yang mungil menekan tuts putih dan hitam pada keyboard, mengalunkan musik indah nan merdu. Meskipun matanya yang tertutup kain, ia mampu memainkannya dengan penuh penghayatan terlihat dari posisi badannya yang kadang mengikuti irama musik. "Memang harus memasukkan jiwa dan rasa pada saat memainkan musik," kata Jefri Setiawan ketika Medi wawancarai via telepon, Selasa (18/4).

Ia sudah kembali pulang ke tempat asalnya Kendal, Jawa Tengah, setelah sebelumnya memecahkan Rekor Dunia Record Holders Republic (RHR) memainkan keyboard 60 lagu selama 5 jam nonsetop dengan mata tertutup di Teater Mandala Pemuda, Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4).

Saat itu, ia diuji langsung oleh USA President Record Holders Republic, David Adamovich. Jefri pun senang latihan kerasnya selama ini terbayar lunas. "Ya senang banget tampil di hadapan Pak Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, dan lega sekali," katanya sambil menghela napas.

Latihan tanpa tutup Mata

Jefri yang masih duduk di kelas 5, SD Universal Ananda, Kendal ini mengaku latihan hingga 2-3 bulan belakangan ini. "Aku latihan tergantung mood, paling 4 jam setiap hari," kata Jefri. Ia yang juga belajar dari kursus di dua tempat ini mengaku ia harus bekerja keras latihan.

Namun, tahukah medi, meskipun dalam memecahkan rekor dunia ia memainkan keyboard dengan mata tertutup, saat latihan ia tidak pernah berlatih menutup matanya lo. "Saat latihan aku sudah terbiasa melihat ke atas sehingga lama-kelamaan aku hafal letak kunci tanpa melihat jariku menekan tuts," kata Jefri.

Sempat berhenti bermusik

Jefri memang telah mengenal keyboard dari sejak kecil padahal orang tuanya sama sekali tidak pernah bermusik. Jefri mengenalnya dari pengisi acara hiburan di pesta perkawinan kerabatanya. Ia yang saat itu berusia 7 tahun mulai berlatih di tempat kursus.

Namun, setahun kemudian, Jefri sempat disuruh berhenti bermusik oleh ayahnya yang bekerja sebagai penjual air mineral isi ulang. "Alasannya umum, di karenakan biaya lesnya tinggi dan jauh dari rumah," kata Pak Joko Manis, ayah Jefri. Meski begitu, Jefri membuktikan bahwa keinginnya ini bisa berbuah hasil yang manis dan membanggakan orangtuanya dengan tampil di beberapa acara.

Lagu buatan sendiri

Bermain musik selama 5 jam nonsetop membuat Jefri harus fokus pada setiap lagu. Pengalamannya terdahulu menjadikan cerminan bagaimana ia harus fokus. "Aku harus fokus dan hafal semua lagunya," kata Jefri.

Dari 60 lagu yang ia mainkan, enam lagu di antaranya merupakan hasil ciptaan Jefri lo. Salah satunya lagu berjudul Raih Mimpi yang menginspirasi anak Indonesia untuk meraih mimpi dan Kananta Sahabatku, lagu yang diciptakan Jefri dari permintaan Bupati Kendal, Ibu Mirna Anissa bercerita tentang anak desa dengan keterbatasan alat musik (tidak punya piano), tempat sarana terbatas.

"Proses membuat lagu itu lumayan sulit. Pertama aku harus menuliskan liriknya, lalu menciptakan irama, dan menggabungkannya menjadi sebuah lagu," kata Jefri. Meskipun begitu, lagu Raih Mimpi ini terpilih dan akan ditampilkan

Pecahkan rekor kembali

Penampilannya di Kemenpora, kamis lalu membawa berkah tersendiri bagi Jefri. Selain difasilitasi pelaksanaan record dunia di jakarta, ia diberikan fasilitas untuk terus berlatih oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Pak Muhadjir Effendy berupa piano dan beasiswa pendidikan.

Nantinya Jefri akan bertarung kembali pada 20 Mei mendatang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Korea Selatan untuk memecahkan rekor dunia memainkan 70 lagu dengan keyboard dalam waktu tercepat. "Setelah itu baru kemudian aku bisa mencatat prestasiku pada pada Guinness Book Record," kata Jefri penuh harap.

Komentar