Nusantara

Kapal Pencuri Harta Karun Kabur dari Perairan Anambas

Jum'at, 21 April 2017 18:23 WIB Penulis: Jessica Sihite

ANTARA

PEMERINTAH bakal mengejar kapal pengeruk (grab hopper dredger) yang mencuri harta karun atau barang muatan kapal tenggelam (BMKT) Indonesia dari dalam laut. Kapal itu kabur setelah merauk sekitar seribu ton bongkahan besi dari perairan Anambas, Kepulauan Riau.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan Satgas 115 hanya bisa menangkap anak buah kapal (ABK) sebanyak 20 orang dari kapal tersebut. ABK tersebut terdiri dari 16 warga negara Tiongkok, 3 warga negara India, dan 1 warga negara Malaysia. Nahkoda kapal, menurut pengakuan ABK yang ditangkap, tengah berada di daratan.

Sayangnya, Susi belum bisa mengungkapkan identitas dan asal kapal pengeruk dengan bobot 8.352 gross ton (GT) tersebut.

"Yang sudah kita evakuasi baru ABK saja, tapi kapalnya belum kita dapatkan. Cuaca juga sedang tidak baik dan kemungkinan sudah berada di perairan internasional. Karena itu, kita akan kejar dengan meminta Interpol," ucap Susi di kediamannya, Jakarta, Jumat (21/4).

Susi mengatakan pihaknya akan mengirim surat ke International Criminal Police Commission (Interpol) pada hari ini. Pasalnya, menurut Susi, kapal pengeruk itu sudah merugikan Indonesia.

Lokasi terakhir kapal berada di atas kapal karam milik Swedia yang kerap menjadi spot diving wisatawan. Kapal karam tersebut merupakan kapal supertankers bernama Seven Skies asal Swedia yang karam di perairan Anambas pada 1969.

Namun, Susi belum bisa memprediksi berapa nilai kerugian dari pengerukan BMKT Seven Skies. "Kita tulis surat hari ini ke Interpol untuk notice kapal tersebut. Kita berharap kapal besar ini ditangkap Interpol," tukas Susi.

Kepala Pelaksana Harian Badan (Kalakhar) Satgas 115 Laksamada Madya TNI A Taufiq menjelaskan keberadaan kapal pencuri harta karun Indonesia itu berasal dari pengaduan nelayan. Kapal patroli keamanan laut pun meninjau laporan itu, tetapi dengan keterbatasan personel.

"Kapal patroli kita kecil dan berisi empat orang, 45 mil dari pos jaraknya. Personil kami naik ke kapal itu dan menangkap 20 ABK. Mereka bilang nahkoda sedang ada di daratan," papar Taufiq.

Dia pun meminta satu kapal Patkamla dengan satu personil TNI AL untuk menjaga kapal terlebih dahulu selama kapal perang Indonesia diminta untuk menarik sang pencuri harta karun. Namun, naas, kapal yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia itu kabur sebelum kapal perang Indonesia datang pada pukul 00.00 WIB hari ini. (X-12)

Komentar