Polkam dan HAM

Komentari Tim Transisi Anies-Sandi, Djarot: Ini kan Bukan Pilpres

Jum'at, 21 April 2017 17:07 WIB Penulis: Intan Fauzi

ANTARA

GUBERNUR dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih versi hitung cepat Anies Baswedan-Sandiaga Uno membuat tim transisi untuk menyiapkan selama masa transisi dari perintahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Menanggapi hal itu, Djarot menyebut bahwa meski ia tak keberatan, tim transisi sebetulnya tak diperlukan. Sebab masa transisi biasanya hanya untuk jabatan Presiden.

"Ini kan bukan pilpres ya, ini kan pilkada seperti daerah-daerah yang lain kan ya," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, (21/4).

Djarot menjelaskan, jabatan Presiden membutuhkan masa transisi karena menyangkut banyak kementerian. Ruang lingkupnya jauh lebih luas dari Jakarta.

Kendati demikian, Djarot tak masalah dengan dibentuknya tim transisi Anies-Sandi. Asalkan, tim transisi mengajak serta legislatif. "Apapun kebijakannya kan di DPRD, apalagi kalau menyangkut masalah APBD Itu kan di DPRD," terang Djarot.

Bekas Wali Kota Blitar itu pun mengatakan, masih ada dia dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjabat sampai Oktober. Keduanya sudah menyusun program sampai akhir 2017.

"Kami ini kan sampai dengan Oktober dan terikat kontrak 2012-2017 sehingga ini akan kita tuntaskan. Setelah itu baru 2018 Pak Anies sama Pak Sandi. Jadi kalau menurut saya sih kalau mau bikin transisi silakan ya tetapi sekali lagi bahwa ini pilgub bukan pilpres," tegasnya. (MTVN/X-12)

Komentar