Humaniora

Menteri Susi : Stop Mempermasalahkan Gender

Jum'at, 21 April 2017 15:04 WIB Penulis: RO/MIOL

ANTARA

SEJARAH telah membuktikan, kehadiran tokoh Raden Ajeng (RA) Kartini telah menginspirasi perempuan Indonesia untuk lebih berpikir maju. Melalui pemikirannya yang juga dituangkan dalam tulisan (surat-surat), Kartini telah membuka perspektif baru bahwa perempuan Indonesia pun memiliki kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan, berkarier dan menggapai cita-cita setinggi mungkin.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengakui salah satu perempuan Indonesia yang menginspirasinya untuk terus maju selama ini adalah Kartini."Tentang Kartini, kalau baca surat-suratnya itu, terlihat bagaimana kecerdasannya. Apa yang dia bicarakan, pemikiran yang jauh sangat perspektif dan variatif. Tapi dia juga tidak menghilangkan budaya dan kearifan lokal yang ada," ungkap Menteri Susi dalam sebuah temu wicara di Jakarta, Kamis (20/4).

Menteri Susi pun memiliki prinsipnya sendiri untuk bisa sukses menjadi Kartini masa kini. Kuncinya adalah, tidak perlu ragu dengan kemampuan diri sendiri. "Saya tidak pernah membedakan diri saya dengan para pria. Dengan merasa setara maka saya yakin bisa melakukan juga apa yang pria lakukan," lanjutnya.

Menteri Susi menilai, peran perempuan yang inspiratif sangat dibutuhkan. "Kalau tidak di depan sebagai planner, atau sebagai organizer", tuturnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya perempuan Indonesia untuk tidak mempermasalahkan gender dan harus berkreasi semaksimal mungkin. "Stop mempermasalahkan gender. Kerja, bergerak, berkarir, berprestasi, tanpa berpikir: 'Oh saya perempuan, oh saya tidak boleh ini.. oh saya tidak boleh itu.., oh saya harus diistimewakan._ Jangan berpikir gender itu persoalan!," tutupnya.(OL-3)

Komentar