Internasional

PBB: Timur Tengah Terperangkap Pusaran Konflik yang Sempurna

Jum'at, 21 April 2017 14:04 WIB Penulis: Antara

AP

WILAYAH Timur Tengah dilaporkan nyaris pada pusaran konflik yang sempurna dan sangat mengkhawatirkan perdamaian. Hal itu disampaikan seorang Utusan Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur tengah Nickolay Mladenov ketika melaporkan situasi mengkhawatirkan di seluruh Timur Tengah kepada Dewan Keamanan PBB di New York.

Nickolay mengatakan Timur Tengah sedang ditenggalamkan oleh 'topan yang sempurna' dan hal itu mengancam keamanan serta perdamaian internasional. Situasi tersebut ditandai oleh krisis pengungsi terbesar sejak Perang Dunia II, masyarakat yang terpecah, penyebaran pelaku non-negara dan penderitaan manusia yang tak terperikan.

"Jangan lah kita lupa bahwa di balik gambaran kekejaman, ada jutaan (orang yang berjuang) setiap hari bukan hanya bagi kelangsungan hidup mereka sendiri tapi buat sari masyarakat dan kebudayaan manusia," katanya.

Nickolay menambahkan perpecahan di Timur Tengah tersebut telah membuka pintu bagi
campur-tangan asing dan manipulasi, menyuburkan ketidakstabilan dan pergolakan sektarian. Mladenov juga menjelaskan perkembangan dalam konflik Arab-Israel terus berkumandang di seluruh wilayah tersebut. Adapun Palestina tetap menjadi "lambang yang potensional" dan "teriakan yang menarik perhatian" serta sebagai masalah yang mudah disalahtafsirkan dan dieksploitasi oleh kelompok fanatik.

Utusan PBB tersebut juga memberitahu Dewan Keamanan dengan 15 anggota itu mengenai bentrokan sporadis yang terus merenggut nyawa manusia. Nickolay juga melaporkan persetujuan Israel bagi pembangunan permukiman baru serta akan mengumumkan "Tanah Negara" di wilayah Palestina yang didudukinya.

Beralih ke wilayah Timur Tengah lainnya, Nickolay mengatakan krisis yang berkecamuk di Suriah dan terus menjadi beban sangat besar buat negara lain serta menyeru masyarakat
internasional agar berbuat lebih banyak dalam solidaritas buat tetangga Suriah.

Ia juga menggaris-bawahi perlunya penyelesaian politik bagi konflik itu, yang kin memasuki tahun ketujuhnya. Nickolay juga mengingatkan Dewan Keamanan PBB mengenai seruan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres bagi 'peningkatan diplomasi buat perdamaian'.

"Banyak pendekatan dan kerja sama diperlukan guna menangani konflik yang saling terkait, dampak kemanusiaan lintas-perbatasan dan fanatisme yang berisi kekerasan," katanya.(OL-3)

Komentar