Megapolitan

Dua Karangan Bunga Menggugah Emosi

Jum'at, 21 April 2017 13:14 WIB Penulis: Sri Utami

Ist

DUA karangan bunga baru tiba di Balai Kota Jakarta Pusat pagi tadi. Keduanya langsung diletakan terpisah di teras depan pendopo.

Satu karangan bunga dengan latar berbentuk hati berwarna merah muda diletakan di samping mesin detektor dekat tangga turun teras pendopo. Di tengahnya bertuliskan kalimat yang menggugah emosi “Tetap semangat Pa Ahok We Love You”.

Satu karangan bunga lainnya yang bertuliskan "We Love You Thank You You’re The Best" diletakan persis di depan pintu masuk pendopo. Tidak ada identitas siapa yang mengirimkan karangan bunga itu.

Erwin salah satu PNS yang berjaga di sana mengatakan dua karangan bunga ini tiba pagi di balai kota. “Kami tidak tahu bunga ini dari siapa. Petugas bunganya hanya bilang bunga ini untuk Pak Gubernur. Sepertinya dari warga Jakarta,” ucapnya

Posisinya yang berada di tempat terbuka membuat semua orang yang berlalulalang di sekitar pendopo dan gedung DPRD dengan mudah membacanya. Sutini,44, salah seorang pedagang keliling di sekitar balai kota merasa terharu.

Sutini yang tidak mengerti arti tulisan itu langsung sedih saat mengetahui artinya dari salah satu orang yang dimintai untuk mengartikan tulisan itu. “Saya langsung sedih waktu tahu artinya apa. Banyak masyarakat yang sayang dengan Pak Ahok,” ujarnya

Sutini yang biasa berjualan minuman dan makanan ringan dari pagi hingga selepas magrib di balai kota ini berharap Basuki Tjahaja Purnama bisa menjabat lagi menjadi gubernur Jakarta.

“Kalau mau heran saya sudah heran dari kemarin. Kenapa Pak Ahok bisa kalah. Tapi namanya kekuasaan semua orang mau jadi penguasa,” cetusnya

Dia juga berharap gubernur yang baru nantinya bisa meneruskan tradisi menemui warga setiap pagi. Mendengarkan semua keluh kesah mereka. Hingga tidak segan untuk memarahi bawahannya yang dinilai tidak bekerja dengan baik.

“Saya sebagai warga kecil berharap pemimpin seperti Pak Ahok. Mau setiap hari direcoki oleh warga, mendengarkan masalah mereka satu persatu. Setidaknya gubernur yang baru nanti bisa meneruskan tradisi ini,” pungkasnya.(OL-3)

Komentar