Polkam dan HAM

Presiden Jokowi ke Solo Resmikan Pasar Klewer

Jum'at, 21 April 2017 08:45 WIB Penulis: Antara

Bangunan baru Pasar Klewer, Kota Surakarta, Jawa Tengah. -- MI/Ferdinand

HARI INI Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Solo, Jawa Tengah dengan salah satunya agendanya ialah meresmikan Pasar Klewer dan mencanangkan economic policy.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Sesaat setelah tiba di Pangkalan TNI AU Adi Sumarmo Solo, Presiden dan rombongan langsung meninjau Penyuluhan OASE KK kepada siswa/siswi SMP, SMA, dan SMK di Kota Surakarta tentang Sosialisasi Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan terhadap Anak di GOR Manahan, Jalan Adi Sucipto Nomor 2 Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta.

Selanjutnya Presiden Jokowi bersama Ibu Negara yang pada kesempatan itu juga disertai sejumlah istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) itu menuju Pasar Klewer yang terletak di Jalan Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Sukoharjo.

Presiden di tempat tersebut kemudian mencanangkan "Economic Policy" sekaligus menandatangani prasasti sebagai tanda Peresmian Pasar Klewer. Pada kesempatan yang sama juga diserahkan secara simbolis kunci kios, KTPP, SHP, kartu e-retribusi, NPWP, serta BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat dan pedagang di pasar tersebut.

Pengguntingan untaian melati juga dilakukan saat Presiden dan Ibu Negara didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuju Lantai 3 Pasar Klewer. Setelah tiba di Lantai 3 Pasar Klewer, Presiden kemudian meninjau beberapa stan pedagang, sementara Ibu Negara didampingi Ny Mufidah Kalla dan Ny Atikoh Ganjar Pranowo meninjau pemeriksaan IVA Test.
Kemudian, baik Presiden maupun Ibu Negara melakukan agendanya masing-masing saat berada di kota yang pernah dipimpinnya saat menjadi Wali Kota Surakarta (Solo), pada sejak 28 Juli 2005 sampai dengan 1 Oktober 2012.

Selain di Solo, Presiden Jokowi juga melakukan kunjungan kerja ke Boyolali, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Presiden akan menyerahkan 10 sertifikat tanah kepada warga di Boyolali.

"Kan reforma agraria ada dua, legalisasi aset dan sertifikasi aset. Ini agar masyarakat punya sertifikat dengan itu mereka mudah akses keuangan," kata Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/4).

Presiden sebelumnya menargetkan pembagian sertifikat tanah di Indonesia sebanyak 5 juta sertifikat sebagai bagian dari upaya reforma agraria. Kepemilikan sertifikat tanah merupakan bukti sebagai pemilik sah suatu lahan di NKRI. Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan sertifikat.(OL-3)

Komentar