Katalog Belanja

Berburu Desain Baru di Pameran Perhiasan Internasional

Jum'at, 21 April 2017 08:31 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

Bros berlian dan mutiara by Semar Nusantara dalam pameran perhiasan di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Kamis (20/4). -- MI/Susanto

UNTUK ke-10 kali, Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (Apepi) menggelar pameran perhiasan terbesar di Jakarta. Pameran bertajuk Jakarta International Jewellery Festival 2017 itu berlangsung di Assembly Hall Jakarta Convention Center mulai Kamis (20/4) hingga Minggu (23/4).

Sebanyak 139 peserta turut hadir membuka stan di pameran yang diselenggarakan Apepi bersama Jaya Events tersebut. Selain pelaku usaha perhiasan dari Indonesia, pameran yang juga berlangsung di Surabaya pada Oktober mendatang itu diikuti peserta dari delapan negara lain, seperti Hong Kong, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Uni Emirat Arab.

Kehadiran pameran yang berlangsung selama empat hari tersebut tentu dapat memuaskan dahaga para pemburu perhiasan, baik untuk koleksi pribadi maupun medium berinvestasi. Perhiasan mulai emas, perak, berlian, hingga mutiara, tak ketinggalan seni kerajinan tangan, dijajakan dengan potongan harga yang cukup bersahabat dengan kantong.

Perhiasan dengan desain terbaru yang dibentuk dengan teknologi tinggi pun ikut dihadirkan di JIJF 2017 agar bisa menjadi tren baru di pasar. Salah satu yang menghasilkan model terbaru ialah produsen emas UBS Gold. Produsen yang sudah 36 tahun menjajakan produknya di Tanah Air itu menyiapkan produk bernama StarShine sebagai andalan di JIJF 2017.

Starshine merupakan kolaborasi UBS dengan perusahaan asal Austria, Swarovski. Country Director UBS Erwin Suganda mengatakan Starshine menggunakan batu dengan kualitas terkenal di dunia, yaitu Zirconia. Dengan kombinasi tersebut, terciptalah perhiasan emas putih yang punya nuansa berlian (diamond look).

“Starshine unik karena nuansa diamond look. Harganya pun sangat terjangkau sekali jika dibandingkan dengan perhiasan berlian asli. Kalau berlian dihitung per karat bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, dengan Starshine ini, harganya jutaan rupiah. Akan tetapi, ini bukan mainan, ini emas asli yang digunakan,” kata Erwin di stan UBS.

Selain Starshine, UBS menawarkan sejumlah perhiasan yang bisa berganti gaya. Dengan perhiasan tersebut, wanita yang menggunakannya akan mampu menyesuaikan dengan sejumlah gaya pakaian yang ia kenakan. “Jadi pakai liontin bisa berganti 12 gaya atau pakai cincin bisa berganti sampai tiga gaya. Fesyen itu kan statement,” ujarnya.

Emas putih
Sekretaris Jenderal Apepi yang juga Ketua Pelaksana JIJF 2017 Iskandar Husin menuturkan di masyarakat perkotaan, tren perhiasan yang berkembang ialah emas putih. Di luar masyarakat perkotaan, emas kuning masih menjadi primadona yang dicari-cari. Namun, saat ini produsen semakin kreatif dalam menghasilkan produk.

“Kalau dilihat lebih jauh, tren yang berkembang saat ini bukan murni emas saja, melainkan juga kombinasi antara emas dan batuan. Kalau dulu masih 90%-100% emas murni yang diincar. Desain yang keluar juga lebih variatif karena masyarakat lebih fashionable seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita,” kata Iskandar.

Sophie, 45, pengunjung JIJF 2017, membenarkan pendapat Iskandar. Wanita asal Jakarta Pusat itu menuturkan, walau dengan harga yang sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan emas kuning, emas putih lebih nyaman dipakai karena warna yang tidak terlalu mencolok. “Kalau untuk pengikat berlian, emas putih bagus karena menjadi lebih berkilau. Namun, untuk investasi, ya, lebih bagus emas kuning,” kata dia.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih saat membuka JIJF 2017 menuturkan tanpa campur tangan berlebih pemerintah, industri perhiasan nasional terus mampu mencetak peningkatan. Ini menunjukkan kreativitas produsen dan permintaan pasar di Indonesia bisa berjalan beriringan.

“Itu ditandai dengan nilai ekspor perhiasan Indonesia yang meningkat US$2 miliar dari 2015 ke 2016 yang tercatat mencapai US$5,34 miliar. Industri ini sangat oke. Kami mengharapkan naiknya bisa sama untuk tahun ini,” tandasnya. (S-4)

Komentar