Polkam dan HAM

Anies Apresiasi Sikap Terbuka Gubernur DKI

Jum'at, 21 April 2017 05:55 WIB Penulis: Sru/Ssr/Ind/Put/X-3

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) bersama Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pernyataan pers di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/4). -- MI/Rommy Pujianto

BERGEGAS Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menemui calon gubernur Anies Baswedan yang telah menunggunya di pintu masuk pendopo Balai Kota, kemarin.

Waktu menunjukkan pukul 07.30 WIB. Basuki baru melayani warga yang datang untuk menyampaikan persoalan kepada gubernur mereka.

“Beginilah, setiap pagi saya menemui warga terlebih dulu, mendengarkan mereka baru bisa kerja yang lain,” kata Basuki seraya menjabat erat tangan Anies.

Mantan Bupati Belitung Timur itu lalu bercerita malam harinya ia harus menemani Wapres Jusuf Kalla di bandara yang langsung ditanggapi A­nies dengan candaan ringan.

“Berarti Bapak kurang tidur tadi malam?” tanya Anies yang langsung disambut tawa renyah oleh Basuki.

Basuki yang harus meng­ikuti persidangan menyimak maksud kedatangan mantan menteri pendidikan itu. Pada intinya Anies menyampaikan agar semua rencananya di­akomodasi dalam APBD 2018 yang selesai Oktober. “Kami bahas yang bisa masuk.”

Anies juga sempat meng­ungkapkan keinginannya bersama-sama Basuki untuk mendinginkan suasana kebatin­an warga Jakarta pasca­pemilihan sebagai wujud kedewasaan berdemokrasi.

“Saya jamin tidak ada orang saya yang ribut. Jabatan itu amanat dari Tuhan. Dari Dialah itu ada,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, rancangan APBD yang kelak disusunnya jangan sampai menghambat masuknya prog­ram pemimpin baru. “Kami bahas yang prioritas. Seperti program kartu lansia. Kami perlu bantuan (dari partai pendukung A­nies). Jika ada yang berseberangan bisa tidak selesai. Kasihan A­nies yang nanti memimpin.”

Anies menghargai sikap terbuka Basuki tersebut. “Beliau menyampaikan silakan tim kami datang, bertemu dan mempelajari penyusunan program anggaran untuk dimasukkan anggaran 2018.”

Basuki pun menuturkan sejumlah program yang harus tuntas sebelum masa jabatannya berakhir. “Kami mesti selesaikan infrastruktur Asian Games 2018, menyerahkan pengelolaan halte dan terminal ke PT Transportasi Jakarta dengan syarat penghasilan Rp2 triliun per tahun, pembangunan pasar di Terminal Pulogebang diserahkan ke PD Pasar Jaya untuk tekan subsidi, kerja sama dengan Wijaya Karya terkait proyek apartemen di depo MRT dan LRT, serta wujudkan gaji PNS di atas Rp13 juta.”

Pada bagian lain, hasil final perolehan suara pilkada DKI, pasangan Basuki-Djarot memperoleh 42,05% dan A­nies -Sandi 57,95%. (Sru/Ssr/Ind/Put/X-3)

Komentar