Humaniora

Empat Pilar Cantik Martha Tilaar Group

Jum'at, 21 April 2017 06:00 WIB Penulis: (Mus/S1-25)

FOTO: DOK SARIAYU MARTHA TILAAR

KONTRIBUSI Martha Tilaar Group untuk Indonesia melalui peningkatan harkat dan martabat perempuan Indonesia sangat besar. Bentuknya, tidak hanya melalui produk-produk maupun layanan kecantikan dan kesehatan, tetapi juga dilakukan dengan berbagai gerakan yang pada akhirnya bermanfaat bagi banyak orang, khususnya perempuan. Pendiri dan Ketua Martha Tilaar Group, DR (HC) Martha Tilaar selalu berupaya mengembangkan produk maupun layanan kecantikan bagi para perempuan Indonesia maupun dunia.
Seiring dengan itu, ia terus berupaya memelihara budaya, alam, dan mengembangkan hasil alam yang bermanfaat bagi banyak orang.

Komitmen itu diterapkan melalui Empat Pilar Martha Tilaar Group, yang menjadi dasar dalam setiap kegiatan dan langkah dari unit bisnis perusahaan. Empat pilar tersebut ialah Beauty Education, Beauty Culture, Beauty Green, dan Empowering Women. “Martha Tilaar Group percaya bahwa berbagi pengetahuan untuk mereka yang tertarik dalam industri kecantikan merupakan salah satu upaya untuk mempercantik perempuan Indonesia dan internasional,” ujar Martha Tilaar selaku pendiri Martha Tilaar Group. Beauty Education
Konsep berbagi pengetahuan merupakan bagian dari Pilar Beauty Education. Untuk itu, grup usaha ini membangun sekolah-sekolah, pusat-pusat pelatihan, serta bekerja sama dengan lembaga riset.

Pendidikan kecantikan oleh Martha Tilaar Group salah satunya dilakukan di International Beauty School Puspita Martha, yang memproduksi tenaga profesional beauty preneur yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri mereka dan membuka lapangan kerja baru bagi orang lain. Kelas kecantikan mencakup langkah demi langkah membuat tutorial, motivasi dan pelatihan kepribadian, fesyen, serta kewirausahaan. Sejak berdiri pada 1970, International Beauty School Puspita Martha telah memiliki 370 ribu alumni dan mencetak para beauty preneur yang berprestasi di bidang masing-masing. “Sekolah ini memiliki visi untuk menjadi international beauty school yang terbaik di Indonesia dan berstandar internasional dengan berperan aktif dalam pengembangan ilmu dan profesionalisme di bidang kecantikan serta berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja,” kata Martha Tilaar menjelaskan.

Selain mengelola kelas kecantikan, Martha Tilaar Group bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia, terutama perempuan tentang keindahan alam. Kerja sama riset kecantikan juga telah dilakukan Martha Tilaar Group dengan lembaga pendidikan maupun penelitian di dalam dan luar negeri, seperti Leiden University, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Mulawarman, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, sekolah-sekolah, pusat-pusat pelatihan, serta bekerja sama dengan lembaga riset. Pendidikan kecantikan oleh Martha Tilaar Group salah satunya dilakukan di International Beauty School Puspita Martha, yang memproduksi tenaga Universitas Indonesia, LIPI Bioteknologi, Munster University Jerman, dan BPPT.

Kerja sama dengan lembaga pendidikan dan institusi pemerintah seperti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dilakukan karena Martha Tilaar Group ingin memadukan kearifan budaya dan pengetahuan, serta keanekaragaman hayati Indonesia dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan produkproduk inovasi. Salah satu bentuk kerja sama lainnya yang sudah terjalin dengan lembaga pemeritah tersebut adalah Ristekdikti MTIC Award yang bertujuan untuk mengapresiasi para peneliti yang memfokuskan penelitian pada kekayaan alam tanah air. Martha Tilaar Group juga bekerja sama dengan Universitas Indonesia untuk membuat program Master
Herbal. Hal itu didasarkan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam berlimpah kedua setelah Brasil yang bisa memiliki industri jamu terkemuka.Melalui kerja sama tersebut diharapkan industri mampu meningkatkan kualitas produksi jamu yang pada gilirannya akan menghasilkan peningkatan pendapatan negara.

Beauty Culture
Pilar Beauty Culture dilaksanakan Martha Tilaar Group melalui penciptaan tren warna tahunan dari Sariayu. Sejak 1987, tren warna telah menjadi pusat perhatian di industri make up Indonesia Dukungan dalam industri kreatif dan budaya Indonesia dapat dilihat melalui partisipasi Martha Tilaar Group berbagai event, antara lain Jember Fashion Week (JFC).
Selain itu, pemanfaatan perawatan kecantikan wajah maupun tubuh tradisional dengan konsep spa Indonesia. “Selama 31 tahun Martha Tilaar Group konsisten mengangkat khazanah budaya daerah sebagai sumber inspirasi dan memperkenalkan keunikan daerah ke tingkat nasional dan internasional,” lanjut Martha.

Beauty Green
Martha menganggap keindahan sesungguhnya datang dari hati. Salah satu keindahan datang dalam bentuk kepedulian lingkungan yang dituangkan dalam pilar Beauty Green. “Martha Tilaar Group memiliki komitmen untuk melestarikan dan melindungi lingkungan hidup agar tetap hijau untuk masa depan yang lebih baik,” tutur Martha. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Kampoeng Djamoe Organik (Kado) pada 1997. Kado merupakan daerah yang dibangun di atas area terbuka seluas 10 hektare di tengah-tengah zona industri Cikarang yang didedikasikan untuk herbal Indonesia, kosmetik, dan tanaman aromatik konservasi (Toka). Gerakan visioner dari Martha Tilaar menarik perhatian PBB dan menerima penghargaan dari United Nations Global Compact.

“Di KADO juga diberikan pelatihan bagi para petani organik di Indonesia dan menyediakan pendidikan dan pelatihan tentang pertanian organik mulai dari pengembangan tanah, benih, dan panen untuk produksi dan distribusi tanaman.” Martha Tilaar Group juga mengimplementasikan sains hijau pada produk Sariayu Putih Langsat. Konsep tersebut mencakup empat ide terkait dengan pelestarian lingkungan, yaitu sumber daya hijau (penggunaan bahan-bahan organik), pembangunan hijau (proses pembangunan ramah lingkungan), proses hijau (proses produksi yang aman, efi sien dan ramah lingkungan), dan output hijau (hasil produk yang aman dan ramah lingkungan). “Martha Tilaar Group telah berkomitmen untuk mempromosikan pelestarian lingkungan dengan WWF Indonesia. Untuk setiap pembelian Sariayu Tren Warna, pelanggan ikut berkontribusi pada pelestarian lingkungan Indonesia,” ujarnya.

Empowering Women
Pilar yang terakhir adalah Empowering Women. Sejak 2000, Martha Tilaar Group telah memberikan beasiswa bagi banyak perempuan dari keluarga ekonomi lemah. Mereka dididik sebagai terapis kecantikan untuk salon dan spa. “Hingga saat ini sudah ada 4.200 alumnus yang terlatih dan memiliki keahlian sehingga terhindar dari perdagangan perempuan dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga.” Selain itu, Martha Tilaar Group memiliki program pemberdayaan perempuan dengan memberikan dukungan dan pelatihan, seperti program Jamu Gendong yang memberikan pelatihan untuk perempuan yang bekerja sebagai penjual jamu gendong. Martha Tilaar juga memiliki program Perempuan Independen Kreatif, yang memberikan pelatihan kepada kaum hawa yang tinggal di daerah yang dilanda bencana alam.

Kemudian program Miss Indonesia yang menjadi panutan karena pesertanya harus cantik, cerdas, dan peduli lingkungan. Kontribusi lain untuk Indonesia ialah Roemah Martha Tilaar yang berfungsi sebagai rumah budaya untuk menggerakkan masyarakat di Gombong. Roemah Martha Tilaar menjadi tempat memberdayakan komunitas lokal, UMKM, dan juga pemangku kepentingan. (Mus/S1-25)

Komentar