Megapolitan

PGN Pasok Gas ke Perkantoran MD Place

Jum'at, 21 April 2017 05:31 WIB Penulis: (RO/J-2)

ANTARA FOTO/R. Rekotomo

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk terus melebarkan jaringan infrastruktur pipa gas bumi di berbagai daerah. Kali ini PGN memasok energi bersih dan paling efisien ke gedung perkantoran MD Place Jakarta. PGN memasok kebutuhan gas bumi untuk berbagai tenant di MD Place, seperti restoran, food court, dan coffe shop. “Bulan ini tenant-tenant di MD Place sudah bisa menggunakan gas bumi PGN yang bersih dan memberikan efisiensi jika dibandingkan dengan bahan bakar lainnya,” kata Sales Area Head Jakarta PGN Sabaruddin, Kamis (20/4).

PGN Area Jakarta telah memasok gas bumi ke 15 ribu lebih pelanggan, mulai rumah tangga, usaha komersial seperti mal, hotel, dan restoran, hingga usaha kecil menengah (UKM), industri, serta pembangkit listrik. “Komitmen PGN akan terus memperluas infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi yang diproduksi dari perut bumi Indonesia alias tanpa impor,” ungkap Sabaruddin. MD Place melingkupi main tower dan annex tower. Main tower memiliki dua lantai parkir basement, dua lantai restoran, yaitu Akira Back Restaurant dan Valentino Restaurant, serta 11 lantai perkantoran.

Sementara itu, annex tower melingkupi area food court, satu lantai restaurant house roof top, dan lima lantai perkantoran. “Pertimbangan kami memilih PGN sebagai penyedia gas di MD Place ialah harganya lebih ekonomis. Selain itu, pasti lebih aman sebab tidak diperlukan lagi gudang gas yang memiliki risiko keamanan,” papar General Manager MD Place, Arief Nuryanto. Saat ini PGN telah memasok gas bumi ke 1.652 industri besar dan pembangkit listrik, 1.929 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan UKM, serta 204 ribu pelanggan rumah tangga. Selain di DKI Jakarta, pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua. Total panjang pipa PGN telah mencapai 7.200 km atau setara dengan 80% pipa gas bumi di seluruh Indonesia. (RO/J-2)

Komentar