Ekonomi

Otomotif Dongkrak Kinerja Astra

Jum'at, 21 April 2017 05:01 WIB Penulis: ANASTASIA ARVIRIANTY anastasia@mediaindonesia.com

MI/MOH IRFAN

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan peningkatan laba bersih konsolidasi pada triwulan pertama 2017 sebesar 63% menjadi Rp5,1 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, Rp3,1 triliun. “Sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada kuartal pertama tahun ini,” kata Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto di Jakarta, Kamis (20/4). Peningkatan kinerja laba bersih hasil konsolidasi Grup Astra itu seiring dengan peningkatan kinerja dari hampir seluruh segmen bisnis, kecuali teknologi informasi serta infrastruktur dan logistik.

Prijono memaparkan laba bersih dari bisnis otomotif grup itu meningkat 45% menjadi Rp2,3 triliun. Pada segmen jasa keuangan, laba bersih bisnis dari segmen itu meningkat 75% menjadi Rp1,1 triliun sebagai hasil peningkatan kontribusi dari sebagian besar bisnis jasa keuangan, termasuk Bank Permata. Dari segmen alat berat dan pertambangan, laba bersih meningkat 104% menjadi Rp902 miliar. Laba bersih dari segmen agrobisnis grup meningkat 92% menjadi Rp638 miliar pada kuartal pertama pada 2017. Selanjutnya, laba bersih dari divisi properti grup ialah Rp42 miliar atau lebih tinggi daripada Rp13 miliar, terutama disebabkan adanya peningkatan atas laba yang dihasilkan Anandamaya Residences.

Laba bersih segmen infrastruktur dan logistik Grup Astra menurun 3% menjadi Rp67 miliar, sebagian besar disebabkan kerugian awal dari dimulainya ruas Tol Cikopo-Palimanan serta pendapatan yang lebih rendah daripada bisnis penyedia air bersih. Laba bersih dari segmen teknologi informasi grup turun 23% menjadi Rp26 miliar. “Di masa depan, Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Hal ini didukung harga komoditas yang lebih tinggi walaupun bisnis otomotif diperkirakan menghadapi persaingan harga yang lebih kompetitif,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri otomotif semakin serius membidik Indonesia, tidak hanya sebagai pasar potensial dan basis produksi kendaraan, tetapi juga pusat penelitian dan pengembangan untuk menciptakan inovasi produk. “Langkah tersebut dapat memperkuat struktur industri nasional sekaligus mendorong masuk ke dalam aktivitas rantai nilai global,” katanya saat peresmian fasilitas Research and Development (R&D) Center PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Karawang, Jawa Barat.

Menperin mengapresiasi ADM atas komitmen mereka untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan, sekaligus tempat alih teknologi di bidang rancang bangun dan rekayasa kendaraan melalui pendirian dan perluasan pusat riset dan pengembangan itu. Airlangga yakin pembangunan itu akan memosisikan Indonesia sebagai salah satu pemain global. (E-1)

Komentar