Nusantara

Jalur Selatan Jabar Gelap

Jum'at, 21 April 2017 02:16 WIB Penulis: (AU/AD/LD/JS/VL/DG/N-4)

MI/Achmad Sapuan

JALUR lintas selatan Jawa Barat dan jalur alternatif Kawali menuju Majalengka terpantau minim lampu penerangan jalan umum (PJU) karena masalah anggaran. Pemkab Tasikmalaya melempar tanggung jawab itu kepada Pemprov Jabar dan pemerintah pusat. "Pemkab hanya bisa melakukan penerangan jalan di jalur alternatif Salawu hingga perbatasan Garut, terbatas mengingat anggaran tidak cukup," beber Kadishub Kabupaten Tasikmalaya Heri Bimantoro, Kamis (20/4). Menurut laporan warga dan petugas kepolisian, mi-nimnya penerangan jalan terjadi mulai Rajapolah, Ciawi, sampai Kadipaten.Untuk fisik jalan, sebagian jalan alternatif diakuinya masih ada yang rusak berat, sedang, dan ringan, dan itu coba diatasi dengan tambal sulam.

"Untuk persiapan mudik Lebaran, pemkab akan berupaya mengajukan anggaran kepada provinsi dan pusat," ujarnya. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Ciamis Agus Yani mengamini gelapnya kondisi jalur utara yang menghubungkan Ciamis menuju Majalengka dan masih banyaknya jalan berlubang. "Banyak kecelakaan."
Di sisi lain, ruas jalan nasional trans-Sulawesi yang menghubungkan Sulut, Gorontalo, dan Makassar juga rusak parah di sejumlah titik dan minim marka jalan. Lokasi terparah berada di Minahasa Selatan dan Bolaang Mongondow.

Di Bolaang Mongondow, para pengemudi kendaraan bahkan harus ekstra hati-hati. Pasalnya, ada kendaraan dari arah berlawanan karena menghindari jalan berlubang.
"Apa nanti kalau sudah ada kecelakaan baru mau diperbaiki?" ujar Wandy, seorang pengemudi. Di Jawa Tengah, belum selesainya proses lelang menyebabkan tersendatnya perbaikan jalan rusak di Klaten yang mencapai 336,72 kilometer atau 43,75%. Sementara itu, Polres Cilacap memastikan perbaikan jalan di jalur selatan peng-hubung Bandung-Yogyakarta rampung pada H-14 Lebaran.

Komentar