Humaniora

Mumpung Murah, Borong Buku Satu Mobil di Big Bad Wolf

Kamis, 20 April 2017 23:45 WIB Penulis: (Puput Mutiara/H-2)

ANTARA FOTO/Moch Asim

RATUSAN pengunjung pameran buku terbesar se-Asia Tenggara, Big Bad Wolf, tidak sabar menunggu pembukaan. Mereka yang telah melakukan registrasi sejak pukul 08.00 WIB segera berhamburan untuk mencari bahan bacaan yang dipamerkan ketika panitia membuka pintu area pameran di hall 7-10 Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Kamis (20/4).

Bahkan, karena banyaknya buku yang tersedia, beberapa pengunjung terlihat kalap, ingin membeli sebanyak-banyaknya buku untuk koleksi di rumah. Seperti halnya Jessica Irawan, salah satu pengunjung asal Pamulang yang datang ke pameran bersama temannya, Melinda Syane. Dalam waktu kurang dari 2 jam, tiap-tiap pengunjung terlihat sudah membawa dua keranjang berisi buku lebih dari 20 eksemplar. "Rencananya sih mau beli sebanyak-banyaknya, sesuai dengan bujet. Kalau bisa, semobil sekalian," kata Jessica yang diiyai Melinda.

Menurut Jessica, pameran buku seperti Big Bad Wolf ialah ajang yang memang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bukan hanya bukunya beragam, melainkan harganya juga sangat murah dengan diskon mencapai hingga 80%. Jessica yang juga pecinta buku ilustrasi anak-anak tidak memungkirinya. Meski sudah mematok bujet tidak lebih dari Rp2 juta, boleh jadi ia akan memborong buku melampaui bujet itu. "(Pada pameran) tahun lalu niatnya juga cuma mau beli Rp1 juta, tapi ternyata kebablasan. Sekarang enggak tau nih, yang jelas banyak banget pilihan bukunya, sampai pusing milih," tukasnya.

Selain Jessica dan Melinda, di sudut lain ruangan berukuran 20 ribu meter persegi atau setara tiga kali lapangan sepak bola itu terlihat Renni yang bingung lantaran belanjaannya lebih dari 10 keranjang. Isinya memang bukan hanya buku. Perempuan 35 tahun itu juga membeli sejumlah mainan anak untuk dijual kembali melalui online shop miliknya. "Semobil saja sih kayanya enggak cukup, tapi mumpung harganya murah dan bagus-bagus, enggak apa-apalah setahun sekali," ucapnya. Sementara itu, Direktur PT Jaya Ritel Indonesia Uli TI Silalahi mengungkapkan pihaknya menyediakan 5 juta buku pada pameran ketiga Big Bad Wolf. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat ketimbang tahun lalu, 2 juta buku.

Komentar