Nusantara

50 Ribu Narapidana Ikuti Khataman Quran

Kamis, 20 April 2017 23:30 WIB Penulis: (LD/HS/LN/AD/BB/YK/N-2)

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

SEKITAR 50 ribu tahanan dan narapidana di 477 lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, dan lembaga pembinaan khusus anak di Indonesia serentak menggelar khataman Alquran, Kmais (20/4). Kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 itu juga akan didaftarkan sebagai rekor baru ke Museum Rekor Dunia-Indonesia. Di Pulau Nusakambangan, tiga narapidana kasus terorisme ikut ambil bagian. Khataman di Lembaga Pemasyarakatan Batu itu diikuti 130 narapidana.

"Semua LP di Nusakambangan mengirim wakil ke LP Batu Kegiatan khataman Alquran dan Nusantara Mengaji ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan para narapidana," kata Koordinator LP di Nusakambangan, Abdul Aris. Tiga napi kasus terorisme yang mengikuti kegiatan ialah Abbas, Rizki Gunawan, dan Abu Dzar. Khataman di Jawa Timur diikuti 4.440 napi yang menghuni 36 LP dan rutan. Kegiatan di Rutan Medaeng, Sidoarjo, juga dihadiri Wakil Gubernur Saifullah Yusuf. "Kami mengajak para penghuni tidak putus asa dan mau terus berbenah diri. Membaca Alquran menjadi salah salah satu upaya untuk menatap hari ke depan dengan lebih baik," ujar Gus Ipul.

Ayat-ayat suci Alquran juga dilantunkan serentak di 8 LP dan 15 rutan di seluruh Sulawesi Selatan. "Pesertanya lebih dari 1.000 orang," ujar Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulsel Sahabuddin Kilkoda. Selain khataman, Hari Pemasyarakatan di Sulsel diperingati dengan sejumlah kegiatan yang melibatkan para napi, yakni lomba azan, turnamen olahraga, bakti sosial, dan donor darah.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid, mengungkapkan napi perlu diajak mengaji bersama agar mental dan spiritual mereka kian baik dan kuat. "Itu bisa meminimalkan pelanggaran." Membaca Alquran, kata Jazilul, juga dapat mendatangkan ketenangan bagi napi. Mereka bisa mengurangi stres dan tekanan yang dihadapi selama di tahanan.

Komentar