Ekonomi

Bersama Pence, Jokowi Jelaskan Posisi Indonesia soal Freeport

Kamis, 20 April 2017 20:54 WIB Penulis: Rudy Polycarpus

ANTARA/Puspa Perwitasari

PERSOALAN izin usaha PT Freeport Indonesia menjadi salah satu topik yang disinggung Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence ketika bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/4).

Menteri Kooordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, hal yang dijelaskan Presiden Jokowi kepada Pence lebih banyak berkaitan dengan divestasi 51% saham Freeport. Menurut Luhut, Presiden perlu menjelaskan kepada Pence alasan pemerintah Indonesia menghendaki saham sebesar 51%.

"Pence sangat puas dengan penjelasan Presiden. Masa rakyat kita minta saham lebih banyak enggak boleh?" kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport masih bermasalah hingga saat ini. Freeport kurang puas dengan syarat-syarat penggantian kontrak kerja menjadi IUPK yang berarti mereka harus mengikuti kebijakan perpajakan yang bersifat prevailing serta melakukan divestasi saham 51%.

Negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Freeport masih berlanjut dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai leading sector-nya. Pemerintah sendiri optimistis Freeport akan menuruti syarat-syarat IUPK yang ditetapkan.

Luhut mengatakan proses perundingan sudah hampir final. Namun, ia enggan merinci pernyataannya.

"Tadi Pak Jonan (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan) melaporkan perundingan sudah hampir final dengan Freeport. Jadi kita harap dalam minggu ke depan ini sudah selesai teknisnya," pungkasnya. (OL-5)

Komentar