Megapolitan

Sandi bakal Lanjutkan Empat Program Unggulan Ahok-Djarot

Kamis, 20 April 2017 20:08 WIB Penulis: Damar Iradat

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

CALON Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno, memastikan ia dan pasangannya Anies Rasyid Baswedan bakal melanjutkan program-program petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Program-program yang bakal dilanjutkan tentunya yang memiliki manfaat luas bagi masyarakat.

Salah satu yang pasti dilanjutkan, kata Sandiaga, yakni program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Program milik petahana ini dipastikan bakal dilanjutkan, bahkan dimodifikasi dengan program milik mereka, yakni KJP Plus.

"Kita akan lanjutkan itu dan modifikasi dengan KJP plus, sehingga bisa menyentuh lebih banyak dan merata," kata Sandiaga di Jakarta, Kamis (20/4).

Kemudian, program Ahok-Djarot yang bakal dilanjutkan yakni pembangunan infrastruktur Jakarta. Menurut Sandiaga, program ini harus dilanjutkan secara masif.

Ia mengklaim memiliki pengalaman dalam membangun infrastruktur, dan hal itu bakal dikombinasikan pembangunan yang berkomitmen dan juga tata kelola yang baik, governance yang baik, dan dengan pola pembiayaan yang sehat.

Ia pun menyontohkan pembangunan Tol Cipali yang dibangun dengan pembiayaan yang inovatif.
"Hasilnya, tepat waktu, di bawah perkiraan biaya, dan kualitasnya bagus," tegasnya.

Selanjutnya, program Ahok-Djarot yang bakal dilanjutkan yakni soal pelayanan publik. Mantan bos Saratoga Investama Sedaya ini mengakui jika pelayanan publik di kepemimpinan Ahok sudah sangat memuaskan. Sebab, hal itu tecermin dari banyaknya warga Ibu Kota yang merasakan pelayanan sudah mulai membaik.

"Harus ditingkatkan lagi, harus dipastikan pelayanan publik, khususnya di level kelurahan dan RT/RW yang bisa membantu dan diberdayakan itu harus berjalan," tutur Sandiaga.

Lulusan Universitas George Washington itu juga mengaku bakal melanjutkan program Jakarta Smart City. Namun, ia menyebut perlu adanya inovasi, khususnya kemampuan prediktif di Jakarta Smart City.

"Misalnya harga, informasi yang dikelola itu bisa dimiliki bukan hanya memotret, tapi juga memprediksi. sehingga masyarakat bisa mendapatkan info-info terkini dari Jakarta Smart City, dan kebijakan itu bisa dilahirkan dari pengelolaan data yang lebih baik lagi ke depan," pungkas Sandi.

Hasil hitung cepat memang menunjukkan keunggulan Anies-Sandi. Pada hitung cepat Populi Center dengan total suara masuk 100%, pasangan Ahok-Djarot memperoleh suara 41,93%, sedangkan pasangan Anies-Sandi 58,07%.

Pada hitung cepat Charta Politika, pasangan Ahok-Djarot memperoleh suara 42,13% sedangkan pasangan Anies-Sandi 57,87%. Sementara itu, hitung cepat Indo Barometer menunjukkan dukungan kepada Ahok-Djarot 41,50% suara, sedangkan pasangan Anies-Sandi 58,50%.

Dalam hasil hitung cepat yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Anies-Sandi juga unggul. Hasil sementara, pasangan nomor urut 3 itu mendapat 56,94% suara atau setara 1.988.052 suara.

Pasangan Basuki-Djarot meraup 43,06% atau 1.503.641 suara. Hingga Kamis siang, data yang masuk sekitar 62,39% atau 8.132 tempat pemungutan suara (TPS) dari 13.034 TPS. Jumlah pemilih yang sudah terdata sebanyak 3.520.738 pemilih. (MTVN/OL-2)

Komentar