Sepak Bola

Juve Pupus Keajaiban Bercelona

Jum'at, 21 April 2017 01:00 WIB Penulis: Satria Sakti Utama

AFP PHOTO / PAU BARRENA

BARCELONA secara ajaib menyingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) pada babak 16 Besar Liga Champions Eropa. Namun, harapan Culespendukung Barcelona pada momen serupa batal terwujud kala melakoni leg kedua kontra Juventus di perempat final. Lionel Messi dkk harus menelan pil pahit setelah secara resmi menyudahi upaya meraih trofi si Kuping Lebar musim ini. Mereka gagal mengatasi defisit tiga gol seusai hanya bermain tanpa gol di Camp Nou, kemarin dini hari WIB. Barca kalah dengan agregat 0-3.

Alasan utama kegagalan Barcelona mengulang keajaiban ialah pertahanan Juventus sebagai salah satu yang terbaik di Eropa. 'Si Nyonya Tua' julukan Juventus hanya dua kali kebobolan dalam sembilan laga di pentas Liga Champions musim ini, plus clean sheet dalam empat laga terakhir sebelum bentrok di Camp Nou. Belum lagi trio MSN (Messi, Suarez, dan Neymar) seperti dipecundangi dan tidak berkutik menghadapi trio lini belakang BBC (Buffon, Bonucci, dan Chiellini) milik Juventus. Messi bahkan memperlihatkan salah satu penampilan terburuk musim ini.

Kapten timnas Argentina itu bermain tidak efisien, hanya mencatatkan lima kali tendangan tidak tepat sasaran. Selain itu, kreator lini tengah Barcelona Andres Iniesta dan Ivan Rakitic hanya punya ruang terbatas untuk menciptakan peluang. Pertahanan berlapis dengan delapan punggawa Juventus yang setia menunggu di garis pertahanan menjadi penyebabnya. "Buruknya penampilan di leg pertama yang membuat kami tersingkir. Kedua tim bermain menyerang, tapi satu di antara mereka keluar dari kebuntuan," ucap entrenador Barcelona Luis Enrique yang menilai Juventus mengunci ketat pertahanan.

Kegagalan itu membuat kado perpisahan Enrique berkurang satu buah. Pelatih asal Gijon itu kini hanya menyisakan peluang trofi La Liga dan Copa del Rey sebelum meninggalkan klub yang ditukanginya sejak 2014, pada akhir musim. "Kami punya opsi untuk fokus dalam pertarungan di liga dengan duel langsung melawan tim pemuncak klasemen (Real Madrid) saat ini," imbuhnya.

Asa treble
Juventus menuntaskan dendam kekalahan 1-3 dari Barcelona pada final Liga Champions di Olympiastadium Berlin pada 2015 lalu. Juventus tetap memupuk asa meraih treble alias tiga gelar musim ini. Namun, jalan merebut Liga Champions akan lebih terjal mengingat pesaing masih menyisakan duo Madrid, Real Madrid dan Atletico, serta raksasa Prancis AS Monaco. Pada saat yang sama, Monaco lolos ke semifinal setelah menang 3-1 atas tamu mereka, Borussia Dortmund. Monaco unggul agregat 6-3.

"Kami harus memberikan pujian kepada anak-anak untuk semua yang telah dilakukan musim ini. Ini langkah besar lolos melawan tim terbaik dan tentu semakin dekat menuju ke Cardiff," puji pelatih Juventus Massimiliano Allegri. Juventus memang haus kesuksesan di pentas Eropa setelah terakhir kali merebut supremasi tertinggi di Benua Biru pada 1996 silam atau 21 tahun lalu. "Semua sebelumnya sepakat bahwa Barcelona ialah favorit juara, Namun, sekarang tidak ada yang favorit, saya pikir empat tim tersisa punya peluang sama," tutur penyerang Juventus Paulo Dybala. (ESPN/UEFA/Marca/AFP/Goal/R-1)

Komentar