Internasional

Rusia Blokade Kecaman untuk Korut

Jum'at, 21 April 2017 00:41 WIB Penulis: (AFP/Hym/I-2)

AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

RUSIA, Kamis (20/4), memblokade langkah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mengutuk uji coba rudal terbaru Korea Utara (Korut) meski Tiongkok telah mendukung pernyataan keras yang diajukan Amerika Serikat (AS) tersebut. Pernyataan itu menuntut Korut agar tidak melakukan uji coba nuklir lebih lanjut dan menghentikan peluncuran rudal setelah Pyongyang melakukan uji coba yang gagal, Minggu (16/4). "Rusia ingin memasukkan bahasa yang terkandung dalam pernyataan sebelumnya yang menekankan perlunya mencapai solusi melalui dialog," demikian menurut sejumlah diplomat dewan.

Bulan lalu, DK PBB bersatu mengecam keras peluncuran tiga rudal tersebut dan menyatakan keprihatinan serius atas perilaku Pyongyang yang kian merusak stabilitas. Dalam pernyataan yang diajukan, anggota dewan mengatakan perhatian paling mendalam ialah perilaku Korut dan mengancam mengambil tindakan signifikan lebih lanjut. Diplomat yang berbicara dengan syarat anonim tersebut mengaku terkejut dengan keputusan Rusia dengan memblokade upaya dewan di saat Tiongkok, sekutu utama Pyongyang, bersedia mendukung pernyataan itu.

Ketidaksepakatan dengan Rusia mengenai bahasa yang lebih keras untuk mengecam Pyongyang datang menjelang pertemuan tingkat menteri DK PBB pada pekan depan mengenai isu Korut yang akan dipimpin Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, secara terpisah, menekankan tanggung jawab berada di pihak Korut untuk mencegah eskalasi. "Penting agar Korea Utara tahu bahwa kita tidak berusaha menyulut konflik," kata Haley kepada wartawan. "Kami telah mengatakannya sejelas mungkin. Bola ada di istana mereka. Seharusnya mereka tidak mencoba memainkannya saat ini," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence bersumpah Washington akan melawan serangan Korut dengan respons yang 'luar biasa dan efektif'. "Korea Utara ialah ancaman paling berbahaya dan urgen bagi perdamaian dan keamanan di Asia Pasifik," kata Pence di dek sebuah kapal AS di Jepang. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, secara terpisah, mengatakan 'segala sesuatu' harus dilakukan untuk menghadapi ancaman Korut dan memastikan program rudal dan nuklir mereka tidak menimbulkan ancaman internasional.

Komentar