Humaniora

Gus Mus: Jangan Sampai Orang tak Waras Kuasai Media Sosial

Kamis, 20 April 2017 18:45 WIB Penulis: Antara

ANTARA

KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengajak para pengguna media sosial terus memerangi berita bohong (hoax) yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pengguna media sosial harus terus menjaga kewarasan, jangan sampai orang-orang tidak waras menguasai media sosial dan seolah menjadi sumber kebenaran, padahal tak waras," kata dia di Semarang, Kamis (20/4).

Hal tersebut disampaikan Gus Mus pada acara Sarasehan Nasional dengan tema 'Melawan Hoax, Mengembalikan Jati Diri Bangsa' yang berlangsung di Wisma Perdamaian, Semarang, dan diikuti berbagai kalangan masyarakat.

Menurut Gus Mus, hoax tidak hanya menjadi sarana penyebar fitnah, tapi juga berpotensi memecah belah bangsa. Ia menjelaskan jati diri adalah persoalan kemampuan melakukan peran dalam kehidupan bermasyarakat.

"Ya seperti ini, ulama enggak perlu memimpin demo dan gubernur ya jangan wiridan terus, gubernur perlu kerja untuk rakyat. Antara ulama dan pemerintah ada tugas masing-masing, enggak perlu berebutan," ujarnya.

Gus Mus berharap para pemimpin dan pemilik kekuasaan mampu mengatasi
kemungkaran. "Kadangkala harus menggunakan 'tangan' untuk mengatasi kemungkaran. Polisi dan pemerintah ya jangan mengimbau, mereka punya daya tekan. Mengimbau itu kewajiban ulama," terangnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga menjadi salah satu pembicara pada sarasehan tersebut menilai pengguna media sosial di Indonesia terkenal aktif, tapi tidak memiliki literasi yang memadai untuk konfirmasi dan verifikasi mengenai kebenaran sebuah informasi.

"Mereka enggan melakukan konfirmasi dan lebih senang mendramatisasi keadaan melalui 'meme' hingga seolah menjadi kebenaran," ujarnya.

Menurut Ganjar, keadaan seperti itu harus dilawan agar hoax tidak merajalela. "Memang butuh keberanian, suka tidak suka ada tantangan, namun jangan sampai hoax merajalela," katanya. (X-12)

Komentar