Megapolitan

Dana Renovasi Teater TIM Membengkak Rp 30 Miliar

Kamis, 20 April 2017 18:44 WIB Penulis: Nicky Aulia Widadio

Ist

PENYIDIK Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menduga ada pembengkakan dana renovasi Gedung Teater Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) hingga Rp30 miliar.

Terkait dugaan tersebut, polisi telah memeriksa Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana alias Lulung dan anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta lainnya.

Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Komisaris Besar Adi Deriyan menyampaikan pihaknya tengah mendalami ihwal diskusi anggaran serta unit kerja yang mengusulkan renovasi gedung tersebut. Biaya renovasi berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2012.

"Nilainya membengkak jadi nilai fantastis, Rp30 miliar," kata Adi saat ditemui di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis (20/4).

Penyidik juga berkoordinasi dengan ahli konstruksi untuk mengetahui apakah struktur dan konstruksi bangunan yang direnovasi sesuai dengan anggaran yang digunakan. Sebab, lanjut Adi, proses renovasi yang dilakukan saat itu menyangkut pembuatan sistem audio.

"Jadi apakah memang sistem audionya bagus. Kita ingin lihat apakah nilai proyek yang dianggarkan itu wajar dengan wujudnya," tambah Adi.

Lulung sendiri telah diperiksa penyidik pada Rabu (12/4) silam sebagai saksi pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Kala itu ia mengaku tidak terlibat dalam pembahasan anggaran. Pemeriksaan Bareskrim terhadap dirinya, kata Lulung, lantaran ia pernah menjabat sebagai Koordinator Komisi B DPRD DKI Jakarta.

"Waktu itu beliau (Lulung) merupakan salah satu anggota dewan yang ruang lingkup pekerjaannya menyangkut masalah TIM," jelas Adi.

Pengusutan kasus ini bermula dari adanya laporan pada 8 Maret 2016 lalu tentang dugaan tindak pidana korupsi pengerjaan renovasi Gedung Teater Kesenian Jakarta TIM pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Proyek revitalisasi gedung tersebut ditangani oleh PT Relis Sapindo Utama sebagai kontraktor.

Selain Lulung, Adi menyampaikan pihaknya juga telah memeriksa sejumlah orang dari Komisi B. Selain itu, pihak kontraktor selaku yang mengerjakan renovasi pun telah dimintai keterangan. (OL-5)

Komentar