Humaniora

Habibat Owa Jawa di Blok Mahoni Sukabumi Memprihatinkan

Kamis, 20 April 2017 17:46 WIB Penulis: Benny Bastiandy

MI/ARYA MANGGALA

KAWASAN Blok Mahoni di Kampung Cimaranginan Desa/Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang merupakan habibat hewan primata Owa Jawa (Hylobates moloch) kondisinya sudah memprihatinkan dan sudah tak layak akibat terjadi alih fungsi hutan.

"Sebetulnya sejak dulu kawasan itu (Blok Mahoni) jadi habibat Owa Jawa ketika kondisinya masih bagus. Tapi sekarang habibatnya sudah tak layak lagi karena ketersediaan pakan sudah tidak ada," terang Budiharto, aktivis satwa Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, kepada Media Indonesia, Kamis (20/3).

Di Blok Mahoni yang memiliki luas sekitar 3,8 hektare itu populasi Owa jawa mulai berkurang. Saat ini hanya terdapat satu keluarga atau sekitar tujuh ekor Owa jawa. Blok Mahoni sendiri berdekatan dengan permukiman penduduk.

Akibatnya, ketika pakan di kawasan hutan mulai habis, kawanan primata Owa Jawa bergeser mencari makanan ke ladang masyarakat di sekitar permukiman. "Mereka (kawanan Owa jawa) itu makan pisang, pepaya, atau jambu di kebun-kebun milik masyarakat," tukasnya.

Kondisi tersebut membuat para aktivis satwa berupaya memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai keberadaan Owa jawa. Sebagai satwa ikonik yang dikategorikan Apendiks I atau satwa yang sama sekali tidak boleh diperdagangkan. "Yang kita lakukan saat ini yakni upaya penyelerasan antara manusia dan Owa jawa agar nantinya tidak terjadi konflik.

Dalam konvensi non-internasional mengenai perdagangan satwa liar, Owa Jawa masuk kategori Apendiks I atau satwa yang tidak boleh diperjualbelikan," tuturnya. Ia pun berharap agar Perum Perhutani yang mengelola Blok Mahoni, tidak lagi menebangi pepohonan di sana agar habibat Owa jawa tetap terjaga.

Sejauh ini, lanjut dia, upaya mengurangi penebangan pohon sudah dilakukan Perum Perhutani. "Ya karena Blok Mahoni itu merupakan hutan produksi. Cuma yang jadi masalah sekarang, Blok Mahoni itu sudah tak layak lagi jadi habibat Owa jawa," jelasnya.

Kampanye penyadartahuan kepada masyarakat, khususnya yang berada di dekat kawasan Blok Mahoni, terus digencarkan para aktivis satwa di Kabupaten Sukabumi. Termasuk menanam pepohonan bersahabat yang menjadi makanan Owa jawa di kawasan hutan. "Makanan Owa jawa itu dedaunan dan buah-buah hutan. Tapi pada umumnya memakan pisang," pungkasnya.

Sementara itu, warga di sekitar Blok Mahoni, mengaku sering memberi makan kawanan Owa jawa yang kerap datang ke permukiman penduduk. Mereka biasanya mencari makan ke ladang masyarakat yang ditanami berbagai buah-buahan.

"Mereka dekat dengan masyarakat di sini. Apalagi di sini masih banyak ladang yang ditanami buah-buahan. Mereka mencari makan," terang Tini Kasmawati, warga setempat.

Selama ini keberadaan Owa jawa tidak menganggu masyarakat sekitar. Malahan tidak sedikit masyarakat yang sudah menyiapkan berbagai jenis buah-buahan karena pada waktu-waktu tertentu sudah tahu bakal kedatangan Owa jawa.

"Saya biasanya menyimpan buah-buahan itu di ember. Ada juga Owa jawa yang biasanya langsung masuk ke dapur karena melihat ada buah-buahan. Tapi mereka tidak pernah mengganggu," tandas Tini. (OL-3)

Komentar