Internasional

Pentingnya Arktik Untuk Indonesia

Kamis, 20 April 2017 17:24 WIB Penulis: Indah Hoesin

AFP/Getty Images/Mario Tama

KAWASAN Kutub Utara atau Arktik belum menjadi isu yang penting bagi Indonesia, padahal kawasan ini sebenarnya berpeluang untuk beragam kepentingan dalam negeri.

"Dari segi jarak memang jauh, namun arktik memiliki 13 persen cadangan minyak dunia dan 30 persen cadangan gas alam dunia," ujar Muhamad Ardhi, peneliti kawasan Arktik dan ASEAN di ASEAN Centre Moscow State Institute of International Relations (MGIMO) dalam diskusi umum yang digelar Pusat Kajian Eropa Universitas Indonesia di Jakarta, Kamis (20/4).

Selain itu di Arktik menurut Ardhi juga terdapat jalur laut utara (Northern Sea Route - NSR) yang diinisiasi Rusia untuk membuat jarak pengiriman minyak dari Eropa sampai ke Asia berkurang hingga 11-14 hari perjalanan dan ongkos hingga 40%.

"Jalur ini juga sudah punya semua kantor, legal yang dibutuhkan. Bahkan sudah ada kapal-kapal yang melewati jalur ini sejak dibuka pada 2011," ujarnya.

Namun sayangnya Indonesia belum melihat potensi yang bisa digali di kawasan ini. Padahal menurut Ardhi, Dewan Arktik telah berulang kali mengundang Indonesia untuk berpartisipasi di kawasan tersebut.

"Arktik punya dewan sendiri yang terdiri dari 8 negara anggota utama yakni Kanada, Denmark (Greenland & The Kepulauan Faroe), Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, Rusia, dan Amerika Serikat. Namun juga ada lima negara Asia yang berperan sebagai observer termasuk Singapura, Jepang, Tiongkok, India dan Korea Selatan (Korsel)," jelasnya.

"Sudah banyak negara yang melihat potensi ekonomi dan energi di kawasan ini termasuk Singapura dan negara asia lainnya yang tergabung sebagai observer di Dewan Arktik namun Indonesia belum," ujarnya.

"Vietnam bahkan juga telah melakukan penggalian bersama di arktik," tambahnya.

Tidak hanya untuk kepentingan ekonomi, Singapura bahkan secara reguler menurut Ardhi menggelar penelitian terkait arktik untuk mendapatkan data terbaru tentang perubahan iklim yang akan digunakan untuk mencegah negaranya terkena dampak tersebut.

Oleh karena itu Ardhi mendorong semua pihak untuk lebih menaruh perhatian terhadap isu arktik yang menurutnya tidak kalah penting layaknya geopolitik di Timur Tengah.

"Indonesia harus lebih menaruh perhatian, sejauh ini belum melakukan apapun padahal ketika es meleleh Indonesia juga akan terkena dampaknya," tutupnya. (OL-5)

Komentar