Humaniora

Gairah Belajar Warga di Lima Desa Meningkat 200%

Kamis, 20 April 2017 06:35 WIB Penulis: Akhmad Safuan/X-5

Para ibu rumah tangga mengikuti pendidikan kejar paket C di Rembang, Jateng, kemarin. Pendidikan yang diselenggarakan sejak adanya pabrik semen itu bertujuan mengejar kemajuan dalam hal belajar dan mengikuti perkembangan zaman. -- MI/Akhmad Safuan

PULUHAN sepeda motor terparkir di halaman bangunan sederhana di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ketika dilongok ke dalam ruangan bangunan batako tanpa plester, puluhan orang tekun mendengarkan guru. Sesekali terdengar riuh karena ada ungkapan lucu dalam proses ajar mengajar tersebut.

Rata-rata warga yang ikut sekolah sudah tidak muda lagi. Namun, semangat mereka belajar kejar paket C di desa tersebut luar biasa. Ini tampak dari ketekunan mereka mengikuti setiap pelajaran.

Hal yang sama juga terlihat di kelas lain, kejar paket A dan B. Banyak remaja putus sekolah yang kembali bergairah menuntut ilmu. Ini juga karena termotivasi untuk dapat bekerja di pabrik semen yang baru berdiri tidak jauh dari desa mereka.

“Saya sebelumnya tidak berpikir sekolah lagi karena sebagaimana orangtua kami ialah petani sanggem yang hidup dari bercocok tanam di lahan Perhutani dengan sistem tumpang sari,” kata Maryono, 24, siswa kejar paket C, kemarin.

Sebelum ada pabrik semen, kata Wandi, 25, pelajar lain, kebanyakan warga di desanya hanya berpendidikan rendah karena ijazah tidak dibutuhkan untuk bekerja di sektor informal. Selain sebagai tenaga penggarap perkebunan atau sawah, pada umumnya mereka merantau ke kota menjadi buruh bangunan.

Namun, kini harapan baru bermunculan. Berdirinya pabrik semen telah memberikan ruang terbukanya mata pencarian baru. Maka, di sela kesibukan rutin sebagai petani, warga berbondong-bondong sekolah untuk mendapatkan ijazah.

“Kalaupun tidak diterima di pabrik semen, setidaknya kami bisa mencari pekerjaan lain dengan berbekal ilmu dari belajar,” tambah Wandi.

Dwi Joko Supriyanto, guru di Desa Tegaldowo, mengatakan pabrik semen di Rembang telah memberikan cakrawala baru dunia pendidikan bagi warga di lima desa di sekitarnya, yakni Tegaldowo, Kadiworo, Kajar, Timbrangan, dan Pasujan.

Menurut Dwi, gairah belajar warga meningkatan hingga 200% jika dibandingkan dengan sebelum pabrik semen berdiri. Saat ini mereka yang belajar sekitar 900 orang.

Para pelajar sekolah formal dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) pun lebih bersemangat. Jika sebelumnya, di tengah-tengah kesulitan ekonomi, harapan mendapatkan pendidikan lebih tinggi hanyalah mimpi. Namun, kini mereka bersemangat karena ada beasiswa dari PT Semen Indonesia.

Setiap tahunnya jumlah beasiswa yang diberikan terus meningkat. Jumlah penerima untuk SD-SLTA periode 2015–2016 mencapai 300 orang. Tahun 2017 ini akan ditingkatkan lagi, terutama untuk siswa dari keluarga miskin dan siswa berprestasi. (Akhmad Safuan/X-5)

Komentar