Internasional

Kunjungan Pence Positif bagi Ekonomi

Kamis, 20 April 2017 06:35 WIB Penulis: Tes/Der/Hym/Ant/X-8

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R. Pence berjalan keluar dari pesawat saat tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (19/4) malam. -- ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

KUNJUNGAN Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence selama dua hari mulai besok diyakini akan berdampak positif pada perekonomian Indonesia.

Pence tiba di Jakarta, tadi malam, setelah mengunjungi Korea Selatan dan Jepang. Hari ini, ia akan melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka kemudian menggelar pertemuan bilateral dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden. Pence diagendakan pula untuk mengunjungi Masjid Istiqlal dan bertemu Sekjen ASEAN dalam rangkai­an peringatan 40 tahun hubungan AS-ASEAN.

Pence bersama Wapres Kalla juga akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman bisnis di bidang energi dan teknologi antara pengusaha Indonesia dan AS, besok.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjelaskan, kemarin, kehadiran Pence membawa angin segar untuk pengembangan wilayah kerja East Natuna. Namun, dia enggan membeberkan apakah hal itu merujuk pada penandatanganan kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) blok migas dengan cadang­an 46 TCF atau empat kali lebih besar dari Blok Masela tersebut.

Wacana pengembangan wilayah kerja East Natuna sudah bergaung, sejak awal 70-an. Namun, kompleksitas lapangan dengan cadangan gas mengandung karbon dioksida (72%) membuat tarik ulur. Pemerintah berupaya mempercepat pengembangan, setidaknya agar kontrak bagi hasil dapat segera diteken.

Dengan begitu, investor East Natuna yang terdiri atas Exxon Mobil, PTT EP Thailand, dan PT Pertamina selaku pimpinan konsorsium dapat memulai pengembangan. Hanya saja, Arcandra mengutarakan pemerintah AS berkehendak meluruskan perjanjian di masa lalu yang kini menjadi abu-abu.

“Selama ini masih (bertanya-tanya) Natuna ini siapa yang berhak men-develop. Memang surat itu dari kita (bahwa Pertamina sebagai pimpinan konsorsium), tapi Exxon Mobil masih melihat kontrak-kontrak lama dari tahun kapan itu enggak clear. Jadi yang masih abu-abu ini akan dihitamputihkan,” tandas Arcandra.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia Alpino Kianjaya juga menilai kunjungan Pence akan memberi harapan positif bagi ekonomi nasional. (Tes/Der/Hym/Ant/X-8)

Komentar