Megapolitan

Depok Tuntaskan 128 Proyek Banjir

Kamis, 20 April 2017 09:10 WIB Penulis:

ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY

BANJIR parah yang beberapa kali melanda Kota Depok membuat pemerintah setempat tidak lagi main-main dalam mengatasi permasalahan.

Tahun ini Pemkot Depok menganggarkan Rp72,8 miliar untuk penanggulangan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok Manto Jorghi mengungkapkan hal itu, Rabu (19/4).

Pihaknya akan mengerjakan sejumlah proyek mengatasi banjir. Lelang digelar pada April-Agustus 2017.

"Kami usahakan pengerjaannya lebih awal agar tidak menumpuk di tahun depan," papar Manto.

Anggaran dari APBD sebesar Rp72,8 digelontorkan untuk membiayai pembangunan sembilan saluran drainase, tiga belas lokasi daerah aliran sungai, empat sepadan, saluran inlet dan outlet situ, tiga sumur imbuhan, 100 lokasi saluran irigasi, tiga bangunan irigasi dan lima bangunan air.

"Ada 128 proyek banjir yang harus kami selesaikan," ungkapnya.

Pemkot Depok memprioritaskan penanganan banjir karena beberapa wilayah masih rawan genangan.

"Banjir yang tingginya mencapai 2 meter sudah tidak ada lagi di Kota Depok. Hanya genangan yang satu sampai dua jam sudah surut," tukasnya.

Selain banjir, Pemkot Depok juga fokus pada penuntasan permukiman kumuh dan kemacetan.

Pembangunan Depok saat ini sudah di luar konsep awal kawasan yang dirancang sebagai kota. Jalan-jalan sempit sulit dilebarkan karena rumah sudah mepet.

"Sulit untuk melebarkan jalan. Apalagi, membebaskan dan membangun jalan baru. Cukup sulit karena butuh anggaran besar," imbuh Manto.

Secara terpisah, anggota Komisi C DPRD Kota Depok Azhari mengatakan banjir sering terjadi karena drainase tidak berfungsi.

Apalagi Depok tumbuh sebagai kota perumahan sehingga mengikis ruang terbuka hijau yang semula sebagai resapan air.

"Banjir akan terus menjadi masalah di Depok selama penataan ruang tidak diperhatikan," ujarnya.

Azhari menganjurkan, selain membangun dan memperbaiki drainase, Depok harus membuat banyak sumur resapan dan daerah tangkapan air.

Selain itu, normalisasi situ juga menjadi solusi pencegahan banjir.

"Kalau hanya membuat air cepat surut dengan mengalihkan ke su-ngai, itu bukan solusi tepat. Air harus dimasukkan lagi ke dalam tanah," pungkasnya. (KG/J-2)

Komentar