Properti

Dorong Pertumbuhan Sektor Properti

Kamis, 20 April 2017 06:10 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

MI/RAMDANI

LESUNYA perekonomian global, masih berdampak pada petumbuhan pasar properti nasional. Catatan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyebutkan pasar properti nasional masih mengalami kelesuan, pertumbuhan tetap ada tapi berjalan lamban dalam kurun tiga tahun terakhir. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani meminta pemerintah turut menjaga kestabilan pertumbuhan sektor properti untuk mendorong konsistensi pertumbuhan ekonomi. "Harus ada pemahaman yang sama di antara pemerintah dan para pelaku usaha properti agar industrinya bisa berkembang dengan baik. Industri properti juga memiliki pengaruh penting bagi industri penunjang lainnya," katanya dalam acara Sarasehan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kadin Bidang Properti di Jakarta, Selasa (11/4).

Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sektor properti dinilainya memiliki dampak ganda yang sangat luas terhadap industri lainnya seperti keramik, baja, semen, jasa konstruksi, jasa perencana, cat, alat listrik, elektronik, funitur. Sektor tersebut juga menyerap tenaga kerja yang sangat besar. "Ini menunjukkan industri properti merupakan salah satu lokomotif bagi pembangunan ekonomi nasional. Jika industri properti terganggu akan berdampak pada industri ikutan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah juga para pemangku kepentingan untuk menentukan arah kebijakan industri properti yang tepat," ungkapnya di sela-sela pembukaan REI Expo 2017, Sabtu (15/4).

Terkait hal itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (DPP REI) Soelaeman Soemawinata mengutarakan pihaknya berupaya pasar properti Indonesia ke jalur positif. Upaya tersebut di antaranya terus mendorong kerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan pengembang besar agar bergerak bersama untuk mendorong pertumbuhan sektor properti. "Saya minta juga pengembang lokal bisa bergerak lebih giat lagi supaya bisa menyabet pasar lokal. Saya sudah keliling bertemu lebih dari 20 pengembang besar, meminta mereka untuk mulai bergerak. Setiap bulan, kami juga punya rapat koordinasi dengan BTN," kata pria yang akrab disapa Eman tersebut.

Ia mengaku sejumlah indikator telah menunjukkan signal positif, salah satunya bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang lebih terjangkau. "Sekarang sudah 8,4%, dari indikator tersebut, seharusnya bisa membuat pasar properti kondusif. Secara psikologis, kita harus bisa tunjukkan kepada masyarakat bahwa pasar properti bisa bangkit," ujar Eman.
Keberhasilan program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) yang baru berakhir, lanjut Eman, juga memberikan peluang investasi di pasar properti.

REI Expo 2017
Upaya mendorong bangkitnya pasar properti juga dilakukan melalui pameran properti REI Expo 2017, yang berlangsung pada 15-23 April 2017, di Jakarta Convention Center (JCC). REI bekerja sama dengan PT Debindo Multi Adhiswati menyelenggarakan pameran ke-31 yang diikuti 50 pengembang di 87 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Wakil Ketua Umum REI bidang Komunikasi, Publikasi, dan Pameran, Ikang Fauzi mengatakan, REI Expo merupakan program andalan organisasi pengembang tersebut untuk membawa produk ke pasar.

"Garda terdepan jualan kami ialah pameran ini. Kita jadikan ini sebagai salah satu program terdepan. Saya juga berharap dengan pameran ini lebih menggiatkan lagi pasar properti Tanah Air dan ke depan kami juga akan buat pameran lebih variatif lagi," kata Ikang. Sejumlah pengembang memang menawarkan aktivitas menarik selama REI Expo 2017 berlangsung. Mulai dari cicilan dan uang muka ringan hingga kecepatan bertransaksi bagi pengunjung yang berminat memiliki transaksi. Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung selama pameran mencapai 40 ribu orang, dengan total transaksi senilai Rp1 triliun.

Di lain pihak, General Manager PT Debindo Multi Adhiswati, Rizal Adiputra, mengutarakan target tersebut realistis untuk dapat tercapai. "Tahun ini lebih sedikit yang ikut karena ada beberapa kondisi, beberapa di antaranya juga terkait dengan pilkada DKI Jakarta. Disesuaikan dengan jumlah peserta, kami menargetkan target transaksi hingga Rp1 triliun dan jumlah pengunjung sampai 40 ribu orang. Properti yang ditawarkan tersebar di 87 lokasi strategis di Indonesia," kata Rizal kepada pers di sela pembukaan REI Expo 2017, Sabtu (15/4). (Ant/S-1)

Komentar