Olahraga

Ada 12 Cabang Olahraga Berpeluang Sumbang Medali Emas

Rabu, 19 April 2017 20:59 WIB Penulis: Budi Ernanto

ANTARA

SEBAGAI tuan rumah Asian Games 2018, Indonesia berpeluang masuk jajaran 10 besar dengan potensi raihan 20-22 medali emas dari 12 cabang olahraga yang diikuti.

Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) memprediksi peluang 10 besar tersebut berada di urutan 10 besar meski ada pengurangan cabang olahraga.

“Ada panjat tebing, sepeda, surfing, bridge, jetski, pencak silat, wushu, angkat besi, panahan, taekwondo, atletik, dan badminton. Kami hitung margin error 25%, jadi walau ada yang gagal, tetap dapat 17 medali dan Indonesia masih tetap 10 besar,” kata Wakil Ketua Umum IV Satlak Prima Lukman Niode, Rabu (19/4).

Lukman mengakui dirinya belum mengetahui apa saja cabor yang nantinya dicoret. Dirinya juga belum mendapat informasi mengenai hasil rapat antara Dewan Olimpiade Asia (OCA) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) selaku Ketua Pengarah Panitia Asian Games 2018.

Namun, diperkirakan JK akan mengumumkan nama-nama cabor tersebut akhir pekan ini. “Kami menunggu finalisasinya karena punya banyak PR dan harus dikerjakan mulai Mei. PR itu sudah disepakati sejak tahun lalu, ada yang harus dikerjakan setiap bulan dan tergantung dari berapa cabor yang dipertandingkan,” ujar Lukman.

Untuk Mei, panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) harus membuka penerimaan proposal estimasi siapa saja yang akan hadir dari 45 negara peserta. Bersamaan itu, membuat situs sebagai panduan tentang ajang empat tahunan itu. Lalu, bulan berikutnya peninjauan pembangunan dan renovasi venue di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

Pada Juli, menggelar pertemuan delegasi kedua. Pertemuan pertama telah berlangsung pada Februari lalu di Jakarta. “Dilanjutkan lagi pertemuan dengan Chef de Mission (CdM). Sementara bulan ini rapat soal sarana dan prasarana pendukung, seperti teknologi informasi nanti yang digunakan,” imbuh Lukman.

Soal cabor yang dihilangkan, Lukman menegaskan bahwa Satlak Prima sudah memperhitungkan peluang raihan medali. “Kami juga tidak mungkin mau diajak diskusi untuk menghilangkan potensi emas. Enam cabor yang dihapus itu yang ada di bawah radar kami. Jadi kami lebih melihat ke strategi pemenangannya seperti apa,” tukasnya lagi.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto menyatakan belum ada keputusan dari rapat antara OCA dan JK. Dia mengatakan saat ini OCA masih secara internal melakukan rapat pembahasan pengurangan cabor itu. “Mungkin mereka sudah putuskan mana saja (cabor) yang dihapus,” ungkap Gatot.

Adapun beberapa cabor sudah mulai bersuara mengenai wacana pengurangan cabor yang diinginkan JK. PP Persatuan Cricket Indonesia (PCI) misalnya yang menyatakan cabornya bakal masuk daftar hitam jika tidak dipertandingkan di Asian Games 2018. Selain itu, ICC selaku induk cricket internasional juga bakal menyetop anggaran untuk PCI.

Kemudian, ada PB Muaythai Indonesia (MI) yang mengatakan sepanjang belum diputuskan mereka akan berjuang terus agar cabornya masuk Asian Games 2018. “Bahkan, lobi yang dilakukan sudah level antara pemerintah Thailand dan Pemerintah Indonesia,” kata Ketua Umum PB MI Sudirman. (OL-4)

Komentar