Olahraga

Pengurangan Jumlah Cabor AG 2018 Disetujui

Kamis, 20 April 2017 01:31 WIB Penulis: Christian Dior Simbolon

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

OLYMPIC Council of Asia (OCA) setuju mengurangi cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam Asian Games 2018. Pengurangan cabang akan dilakukan secara seimbang guna mengakomodasi kepentingan seluruh negara peserta. "Pengurangan cabor memang disetujui. Tinggal diseimbangkan seluruh cabang-cabang olahraga yang mana karena menyangkut kepentingan Asia Selatan, Asia Tengah, dan Asia. Harus adil," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu (19/4).

Pada Selasa (18/4), Kalla yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah Asian Games 2018 melakukan pertemuan dengan Presiden OCA Sheikh Ahmad al Fahad al Sabah di kediaman resmi Wapres. Menurut Kalla, selain pengurangan cabor--Indonesia mengusulkan pengurangan jumlah cabang olahraga dari 42 menjadi 36--OCA menyepakati anggaran yang diajukan pemerintah Indonesia selaku tuan rumah Asian Games 2018. Namun, Kalla belum bisa memastikan berapa jumlah cabang yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018.

Hal itu, jelas Kalla, masih akan dibahas lebih lanjut oleh Panitia Besar Asian Games 2018 (Inasgoc). "Cabang-cabang Olimpiade wajib dipertandingkan di Asian Games 2018. Nanti, selebihnya diseimbangkan antara wilayah-wilayah Asia itu dan tentu kepentingan Indonesia," tegasnya. Indonesia, lanjut Kalla, juga akan menambahkan cabor favorit yang berpeluang mendapat medali. "Itu memang hak tuan rumah selalu ada, tetapi paling dua sampai tiga (cabor yang masuk)," tandasnya. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto menyatakan belum ada keputusan dalam pertemuan Kalla dengan Fahad al Sabah.

Menurutnya, saat ini OCA masih secara internal melakukan rapat pembahasan pengurangan cabang itu. "Mungkin mereka sudah putuskan mana saja (cabor) yang dihapus," kata dia. Sebelumnya, anggota Komisi X DPR Yayuk Basuki berharap pengurangan jumlah cabang olahraga Asian Games 2018 tidak merugikan. Ia menyatakan jangan sampai pengurangan itu malah berdampak terhadap peluang Indonesia dalam mendulang emas.

Tetap 10 besar
Wakil Ketua Umum Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Lukman Niode menyatakan belum tahu cabang olahraga apa saja yang akan dicoret.
Mantan perenang nasional itu mengatakan masih menunggu keputusan terkait dengan penetapan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan. "Kami menunggu finalisasinya karena kami punya banyak pekerjaan rumah dan harus dikerjakan mulai Mei. Ada yang harus dikerjakan setiap bulan dan itu bergantung pada berapa cabor yang dipertandingkan," ujar dia.

Lebih jauh, Lukman menegaskan, walau ada pengurangan cabang olahraga, Indonesia masih berpeluang untuk berada di urutan 10 besar peraih medali. Dari 36 cabor yang diperkirakan dipertandingkan, ada 12 yang berpotensi memberikan 20-22 medali emas. "Ada panjat tebing, sepeda, surfing, bridge, jet ski, pencak silat, wushu, angkat besi, panahan, taekwondo, atletik, dan bulu tangkis. Kami hitung margin error-nya 25%. Jadi, walau ada yang gagal, tetap dapat 17 medali dan Indonesia masih tetap 10 besar," ungkapnya. (Beo/R-2)

Komentar