Features

Pabrik Semen Rembang Obati Dahaga Warga Selama Ratusan Tahun

Selasa, 18 April 2017 16:17 WIB Penulis: Akhmad Safuan

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

ALAM pegunungan dan terletak di pegunungan kapur menjadikan Dusun Wuni, Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kabupatren Rembang, Jawa Tengah terlihat tandus. Sebanyak 125 keluarga atau sekitar 700 jiwa bertahan hidup selama ratusan tahun tanpa ketersediaan air yang mencukupi.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti minum, memasaak dan ternak, warga terpaksa harus mencari air hingga ke Desa Waru, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Hal itu diperuburuk dengan jalan desa yang sebagian masih jalan tanah selebar 3 meter yang mendaki dengan kemiringan mencapai 60 derajat. Saat musim kemarau, jalan yang tandus terus mengepulkan debu ketika kendaraan melintas.

Sebagian jalan lainnya sudah dicor semen tetapi baru setengah, sehingga kendaraan baik roda empat maupun dua harus berhati-hati melintas karena di sisi kanan dan kiri berupa tebing dan jurang.

Sejauh mata memandang, hamparan kebun tanaman jati yang mencapai ribuan hektrare tampak meranggas karena kemarau, untuk memenuhi kebutuhan selama bertahun-tahun lamanya.

Warga harus berjalan kaki mendaki ruas jalan pegunungan sepanjang 1,2-2 kilometer hanya untuk mendapatkan 1-2 jeriken air berisi 20 liter di sumber air di desa sebelah yanbg sudah masuk Kabupaten Blora.

Namun sejak November 2016 lalu, suasana kehidupan warga Dusun Wuni, Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Rembang berubah dratis setelah masuknya PT Semen Indonesia yang membangun pabrik berjarak 3 kilometer dari desa itu, karena melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan semen pelat merah itu membangun instalasi air bersih.

Jika sebelumnya warga harus nmencari air bersih hingga 1,2-2 kilometer di desa sebelah saat musim kemarau dan mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kini mereka sudah dapat mendaparkan air hanya berjalan tidak lebih dari 5 meter dari rumah.

"Dulu kami harus memikul atau menggendong jeriken dengan berjalan menaiki bukit agar dapat air setiap harinya," kata Kardi,45, warga Dusun Wuni, Desa Kajar, Kecanatan Gunem, Rembang.

Namun setelah PT Semen Indonesia yang berdiri disini, Demikian Wandi, 50, warga lainnya, membangun instalasi air bersih untuk warga kehidupan warga berubah, karena warga tidak lagi kesulitan air bersih meskipun masih mengusung dari tempat instalasi yang dibangun di beberapa titik.

Bahkan tidak hanya itu saja, sebagian warga juga mendapatkan pekerjaan baru seperti memenuhi pesanan kotak kayu untuk packing semen. Warga lainnya dapat masuk dan bekerja di prabrik itu, baik sebagai tenaga security, pekerjaan lainnya hingga berdagang di pabrik.

Setiap keluarga di dusun ini, demikian Wandi, setidaknya membutuhkan air bersih 6 jeriken per hari, baik untuk kebutuhan minum, masak maupun ternak. Bisa dibayangkan sulitnya warga selama beratus-ratus tahun lalu dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

"Dulu kita juga mandi di sumber mata air di desa lain karena di sini memang tidak ada sumber air sama sekali. Tapi sekarang kami bisa mandi di rumah," tambahnya.

Keoala Dusun Wunim Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Rembang Sono mengatakan meskipun PT Semen Indonesia yang menbangun pabrik belum melakukan kegiatan penambangan apapun, namun program CSR yang dilakukan telah banyak memberikan bantuan kepadsa warga, sehingga kini warga tidak lagi kesulitan.

Air dari sumber mata air yang berada di Desa Waru, Kecamatan Jepon,
Kabupaten Blora ditrarik menggunakan mesin untuk mengisi tendon yang
telah dibangun kemudian air dibagikan ke warga.

Menyangkut instalasi air bersih yang kini masih diletakkan di titik tertentu hingga warga harus masih tetap membawa ke rumah dengan jeriken. Ke depan, perusahaan sedang mempersiapkan membangun instalasi hingga masukkan ke dalam rumah menggunakan pipa-pipa paralon.

"Ke depan warga tidak usah lagi mengangkat, karena akan disambungkan instalasi air ke rumah-rumah," ujarnya.

Tidak hanya Dusun Wuni, pembangunan instalasi air bersih yang dilaukan PT Semen Indonesia di Rembang juga dilakukan di Desa Pasucen, Kecamatan Gunem, Rembang, di desa ini instalasi juga telah selesai dibangun dan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan warga di sana.

"Kita bersyukur karena kita tidak lagi mengalami kesulitan air setelah ada instalasi yang berdekatan dengan rumah penbduduk," ujar Mariah,39, warga setempat.

Sebelum ada instalasi ini, lanjutnya, warga harus berjalan kami hingga 2 kiloneter hanya untuk mendapatkan satu atau dua jeriken air. Bahkan dalam sehari warga harus bolak-balik menuju sumber air bersih yang berada di pinggiran desa. (OL-5)

Komentar