Hiburan

Untuk Pertama Kalinya International Jazz Day Hadir di Jakarta

Senin, 17 April 2017 11:11 WIB Penulis: Dzulfikri Putra Malawi

Herbie Hancock (kiri) dan Aretha Franklin, tampil di Konser Hari Jazz Internasional di Lawn Selatan Gedung Putih Washington, Jumat (29/4/2016). -- AP Photo / Carolyn Kaster

SEJAK 2012, UNESCO menetapkan 30 April sebagai International Jazz Day dan mempromosikan penyelenggaraaan Konser Musik Jazz secara global di kota-kota besar dunia pada hari yang sama. Tahun ini, International Jazz Day juga akan hadir untuk pertama kalinya di Jakarta, tepatnya di FX Sudirman pada 30 April 2017.

Berbekal surat persetujuan yang ditandatangani oleh President of Thelonious Monk Institute of Jazz dan Commissioner of United States National Commission for UNESCO, Thomas R. Carter, pada bulan Maret 2017, ICSL (iCanStudioLive) dipercaya untuk menjadi mitra oleh International Jazz Day sebagai penyelenggara acara International Jazz Day di Jakarta mulai 2017 ini.

ICSL ialah Intergrated Content Producer and Distribution Services Provider untuk semua jenis konten multimedia (video, audio, dan tentu saja musik). Sejak 2015, ICSL menyelenggarakan Freedom Jazz Festival setiap tanggal 1-17 Agustus dalam rangka merayakan HUT RI dan Freedom Jazz Award pada setiap 28 Oktober dalam rangka merayakan Hari Sumpah Pemuda. Freedom Jazz Indonesia (www.freedomsjazz.com) dibuat sebagai ajang bagi musisi Jazz muda dan potensial untuk tampil dan dipromosikan oleh ICSL tanpa ikatan apapun.

Sederet nama musisi jazz, terutama mereka yang berusia muda akan siap meramaikan helatan berskala internasional ini. Seperti Ricad Hutapea, Dua Empat featuring Nonaria, Bass G, dan masih banyak lagi.

International Jazz Day diketuai oleh Irina Bokova, Direktur Jenderal UNESCO, dan pianis jazz legendaries, Herbie Hancock, Duta Besar UNESCO untuk Dialog Antar Budaya dan Ketua Thelonious Monk Institure of Jazz, yang bertujuan menyatukan umat manusia di seluruh penjuru dunia melalui musik Jazz. (OL-5)

Komentar