Polkam dan HAM

Bawaslu DKI akan Bubarkan Kegiatan di Masa Tenang

Ahad, 16 April 2017 09:42 WIB Penulis:

MI/GALIH PRADIPTA

MASA tenang jelang pelaksanaan pilkada DKI putaran kedua sebaiknya tidak dimanfaatkan untuk mengge-lar pelbagai kegiatan bernuansa politik. Diharapkan semua pihak yang terlibat, seperti pasangan calon, tim pemenangan, relawan, dan masyarakat bisa ikut berpartisipasi guna menciptakan kondusifitas pesta demokrasi di ibu kota.

Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti dalam diskusi Pilkada Sehat dan Demokratis di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/4) mengatakan persoalan politik secara hukum menjadi tugas penyelenggara negara. Namun, dalam kaitan sosial maka hal itu sudah tentu menjadi kewenangan masing-masing pasangan calon dan tim pemenangan.

Turut hadir dalam diskusi itu ialah Kepala Bagian Pene-rangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, pengamat politik LIPI Siti Zuhro, serta perwakilan tim sukses paslon Basuki-Djarot, Jerry Sambuaga, dan tim sukses paslon Anies-Sandi, Agung Setiarso.

"Kami minta di minggu tenang tidak ada lagi kegiatan bazar, deklarasi, meskipun di dalamnya tidak ada spanduk untuk memilih paslon tertentu. Jika masih saja ada yang memanfaatkan, panwaslu akan membubarkan," kata Mimah.

Menurut Mimah kegiatan bazar di beberapa wilayah merupakan sebuah metoda kampanye yang dibolehkan. Meskipun turunan bazar belum diatur di dalam ketentuan KPU, tetap saja hal tersebut tidak lazim apabila dilaksanakan saat masa tenang.

Siti Zuhro menekankan bahwa menciptakan free and fair di masa tenang merupakan upaya prakondisi untuk menuju pilkada serta demokrasi yang sehat. Sejatinya semua pihak bisa sependapat dan tidak membuat stigma negatif terhadap aparat penegak hukum.
"Mari biarkan pilihan dipercayakan kepada masyarakat dan inilah saatnya pembelajaran politik di level ibu kota. Semoga pilkada DKI fenomenal serta menjadi acuan bagi daerah lainnya.

''Menurutnya, upaya merealisasikan pilkada sehat ialah dengan meniadakan pelanggaran dan prosesnya berlangsung penuh keberadaban. Pilkada pada prinsipnya harus mengedepankan partisipatif, akuntabilitas, serta nilai-nilai demokrasi.
Jerry Sambuaga dan Agung Setiarso, menegaskan pihaknya juga menghendaki pilkada DKI berlangsung sehat dan demokratis. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan menurunkan ratusan spanduk kampanye hitam. Gol/P-2

Komentar