Jeda

Lika-liku Jingle Kampanye

Ahad, 16 April 2017 09:21 WIB Penulis:

PEKAN terakhir menjelang pemungutan suara putaran kedua pilkada DKI Jakarta, perdebatan ataupun kritik tentang kedua pasangan calon (paslon) yang berlaga terus sengit. Perdebatan dan kritik itu bahkan hingga ke jingle kampanye.

Lagu kampanye pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dianggap netizen mirip dengan lagu Hashem Melech dari musikus Gad Gaston Elbaz. Hal hampir mirip sempat juga menghinggapi timses Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Paslon daerah lain di Pilkada 2017 juga banyak yang serius menggarap jingle mereka. Timses Muzakir Manaf dan TA Khalid, yang berlaga di Pilkada Provinsi Aceh 2017, bahkan menggelar sayembara khusus untuk jingle. Tingginya minat juga akan mendekatkan hubungan mutualisme timses dengan musisi, dan ini bukan baru berlangsung. Hello Band, misalnya, menggunakan melodi dari hit mereka pada 2012, Ular Berbisa, untuk jingle kampanye Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim di Pilkada Jawa Barat 2013. "Setelah semuanya deal, kita masukkan lirik yang diminta untuk dukungan kampanye dan kita nyanyikan ulang," jelas vokalis Hello Band, Widi Nugroho, kepada Media Indonesia, melalui surel, Kamis (13/4).

Di Jakarta, musikus Tompi mengaku diminta timses Basuki-Djarot untuk terlibat dalam produksi lagu kampanye. Namun, Tompi tidak meminta bayaran.

"Tidak ada bayaran sama sekali. Semua yang kita kerjain malah kita yang keluar duit. Jadi emang benar-benar sukarela," kata pria yang tampil dalam lagu Pemimpin Sejati Doa dari Rakyat itu.
Pengamat komunikasi politik Effendi Gazali menilai wajar jika jingle menjadi bagian dari kampanye yang digarap serius. Telah ada riset yang menunjukkan jingle pun bisa memengaruhi pemilih. (Rio/*/FD/AT/M-3)

Harga Jutaan... | Hlm 5PEKAN terakhir menjelang pemungutan suara putaran kedua pilkada DKI Jakarta, perdebatan ataupun kritik tentang kedua pasangan calon (paslon) yang berlaga terus sengit. Perdebatan dan kritik itu bahkan hingga ke jingle kampanye.
Lagu kampanye pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dianggap netizen mirip dengan lagu Hashem Melech dari musikus Gad Gaston Elbaz. Hal hampir mirip sempat juga menghinggapi timses Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Paslon daerah lain di Pilkada 2017 juga banyak yang serius menggarap jingle mereka. Timses Muzakir Manaf dan TA Khalid, yang berlaga di Pilkada Provinsi Aceh 2017, bahkan menggelar sayembara khusus untuk jingle. Tingginya minat juga akan mendekatkan hubungan mutualisme timses dengan musisi, dan ini bukan baru berlangsung. Hello Band, misalnya, menggunakan melodi dari hit mereka pada 2012, Ular Berbisa, untuk jingle kampanye Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim di Pilkada Jawa Barat 2013. "Setelah semuanya deal, kita masukkan lirik yang diminta untuk dukungan kampanye dan kita nyanyikan ulang," jelas vokalis Hello Band, Widi Nugroho, kepada Media Indonesia, melalui surel, Kamis (13/4).

Di Jakarta, musikus Tompi mengaku diminta timses Basuki-Djarot untuk terlibat dalam produksi lagu kampanye. Namun, Tompi tidak meminta bayaran.

"Tidak ada bayaran sama sekali. Semua yang kita kerjain malah kita yang keluar duit. Jadi emang benar-benar sukarela," kata pria yang tampil dalam lagu Pemimpin Sejati Doa dari Rakyat itu.
Pengamat komunikasi politik Effendi Gazali menilai wajar jika jingle menjadi bagian dari kampanye yang digarap serius. Telah ada riset yang menunjukkan jingle pun bisa memengaruhi pemilih. Rio/*/FD/AT/M-3

Komentar