MI Anak

Ibuku, Kartiniku

Ahad, 16 April 2017 04:00 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

MI/Duta

SORE itu mentari mulai terbenam, namun Ibu Trihadyati (38) masih membersihkan halaman rumahnya dari daun-daun yang berjatuhan sambil sesekali bercanda dan bermain dengan kedua anaknya. Kedekatan ibu dan anak memang selalu menjadi pemandangan yang istimewa ya, sobat. Kecintaan seorang ibu ialah hal yang paling terindah di dunia. Setuju kan, sobat?

Hal inilah yang juga ada dipikiran Alrafatara Ardnika Basya, anak dari Ibu Trihadyati, Kelas 6, SDN 01 Pagi Bintaro, Jakarta Selatan. Bagi Alra, ibu ialah perempuan terhebat dan selalu ada apa pun kondisi yang dialaminya. Alrafatara bahkan senang dan manja jika ada ibu didekatnya nih. Saat Medi berkunjung pada Rabu (12/4), Alra duduk dipangkuan ibunya loh. Kalau sobat Medi bagaimana?

Hari Kartini

Kalian tentu tahu dong siapa itu ibu? Meskipun beberapa orang memanggilnya dengan nama berbeda, tapi pasti tahu. Ibu adalah perempuan yang mengandung, melahirkan, merawat kita hingga saat ini dengan penuh kasih sayang. Ia juga yang memperjuangkan waktu dan tenaga untuk masa depan anak-anaknya kelak. Ya, ibu memang paling dekat dan menyerupai sosok Kartini, seorang perempuan yang juga memperjuangkan hak dan pendidikan bukan hanya untuk kaum wanita tetapi anak-anak pribumi lainnya.

Tahukah sobat, jika tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini? Setiap tahunnya, hari tersebut diperingati sebagai pengingat bangsa Indonesia melihat peran penting Kartini memperjuangkan hak dan pendidikan anak Indonesia untuk menciptakan bangsa Indonesia yang lebih baik kedepannya.

Kalian pun tentu sering memperingatinya dengan berbagai cara seperti misalnya, upacara peringatan, berpakaian daerah, atau beragam lomba. Sekarang, yuk, kita rayakan dengan sosok Kartini terdekatmu yakni ibu.

Meluangkan waktunya untukmu

Sejak lahir hingga sekarang, ibu memang sosok yang selalu mendampingi kita, ia melihat pertumbuhan dan tahu apa yang kita butuhkan. Dalam proses itu, baik langsung maupun tidak, ia menanamkan pendidikan dan memberikan motivasi dari sikapnya. Ia mengorbankan waktunya untukmu loh, seperti misalnya mengantar atau menjemput sekolah.

"Saya bekerja, tapi sebisa mungkin membuatkan bekal dan menjemput anak-anak pulang sekolah," kata Ibu Trihadyati. Bukan hanya hal akademik, ibumu juga berada dibelakangmu untuk mendukung potensi nonakademikmu, bahkan ia selalu berusaha untuk menjadikan hobimu sebagai prestasi yang membanggakan loh. Seperti Erlangga Noor Rizki, kelas 5, SDN Kramat Pela 01, Jakarta yang punya segudang kesibukan dibalik kegiatan sekolahnya.

"Aku selalu ditemani ibu saat les piano, les klarinet, atau kegiatan lainnya," katanya.

Erlangga yang akrab dipanggil Elang itu memang sejak kecil sudah tinggal bersama ibu dan neneknya. Elang selalu menceritakan apa pun yang dirasakan dan dialaminya setiap hari kepada ibunya sebelum tidur. Bagi Ibu Anggraini Wulandari, (38), ibu dari Elang menyatakan, waktu terbaik untuk bercerita atau curhat ialah di waktu tiduran di kasur sebelum tidur. Ya, itu menjadi dongeng yang istimewa bagi mereka.

"Elang selalu curhat mengenai apa pun, selain membuat lebih dekat dengan anak juga bisa jadi salah satu cara untuk menghindari anak dari orang jahat, seperti pedofilia yang marak belakanagan ini," kata Ibu Anggraini yang sebelumnya bekerja sebagai Head of CIC (construction information center) and External Relation.

Begitu pun yang dirasakan Alrafatara atau yang sering disapa Ara, ia yang lebih dekat dengan ibunya ketimbang ayah atau kakaknya ini, selalu curhat ke ibunya.

"Enak saja kalau curhat ke mama, selalu didengarkan apa yang aku keluhkan, bahkan mama memberikan solusinya," kata Ara.

Rindu ketika berjauhan

Kalau kamu dekat dengan ibumu, tentu ada dong yang dikangenin saat berjauhan. Seperti Ara misalnya, ia yang pernah empat hari berjauhan bersama ibunya ke Flores ini, selalu merindukan masakan dan senyum ibunya, baginya masakan ibunya terenak. Begitu pun dengan Elang, ia yang pernah berjauhan dengan ibu sehari saja, rindu dengan tertawa ibunya yang khas. "Paling kangen sama suara tawanya ibu, hafal sekali karena kita selalu bercanda," kata Elang. Bahkan, pelukan ibu membuat hati aman dan nyaman loh sobat, ini dibuktikan dengan pengalaman Ara dan ibunya. Dengan sebuah pelukan, bisa menghancurkan kegelisahan atau kemarahan loh.

Kejutan Kecil

Kedekatan Elang dan Ara dengan ibunya ini seperti dua orang sahabat loh. Bahkan seorang ibu beradaptasi dengan kegitan dan bahasa gaul yang diucapkan anak seperti Bro, dan lainnya. "Nanti kita latihan piano lagi ya, Bro," kata Ibu Anggraini kepada Elang disela-sela wawancara.

Selain itu, ibu pun tak keberatan jika anaknya manja-manjaan loh, seperti contoh sederhananya menyuapi makan anak ataupun mengguntingi kuku. "Manja dalam hal kecil misalnya tiduran di paha ibunya atau ingin diambilkan minum. Mereka sebenarnya bisa, tapi menurut saya, manja di usia sekolah dasar ini enggak apa-apa," kata Ibu Trihadyati. Namun sobat, pernah enggak sih, kamu membuat ibumu kecewa? Kalau Ara ini mengaku pernah loh membuat ibunya kecewa. "Biasanya kalau mamahku manggil, aku lama jawabnya atau aku suka banget nunda-nunda perintah mama," kata Ara sambil duduk dipangkuan ibunya. Bahkan, Ara mengatakan ibunya sering marah karena kelakuannya tersebut.

Meskipun begitu, ibu tetap sabar dan selalu memaafkan segala kesalahan kita ya sobat. Bahkan, ibu sering memberikan nasihat yang tentunya berguna bagimu seperti berperilaku jujur, menghargai orang lain, juga tidak sombong. Ara yang mengikuti ajang pertandingan Kyokushin yakni Iko Matsushima Asian Pasific Championships dalam beberapa pertandingan sebelumnya, selalu berdoa dan mempersembahkan pertandingannya untuk ibu. Kemenangan itu menjadi kejutan kecil untuk ibunya.

"Sayangnya sama mama itu full pokoknya, mama menjadi pengajar yang baik buatku," tutup Ara. Kalau sobat Medi seberapa sayang sih, kamu sama ibumu?

Komentar