Travelista

Terpesona Teluk Tomini

Ahad, 16 April 2017 02:30 WIB Penulis: Iis Zatnika

ANTARA/Fiqman Sunandar

LAYAR-layar perahu berbadan panjang dengan panjang lebih dari lima mater itu terkembang sempurna. Tiupan angin membawa sebanyak 43 kapal tanpa mesin itu menuju pesisir Pantai Kayu Bura.

Senyum mengembang di wajah Herman, Irfan, serta Rahmat, tiga awak kapal Zarcodes yang dinobatkan sebagai jawara pada lomba perahu layar Festival Pesona Teluk Tomini 2017.

Berlayar sejak Senin (3/4) dari perairan Moutong yang terletak di ujung Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ketiganya menjadi yang pertama sampai di garis finis di Pantai Kayu Bura di Kecamatan Parigi pada Minggu (9/3).

Lomba perahu layar itu menjadi penanda, kabupaten yang berdiri pada 2002 ini ingin merawat kesinambungan Sail Tomini 2015. Pantai Kayu Bura yang menjadi salah satu pusat kegiatan, dan telah bersalin rupa pun ditata. Jalanan aspal yang menghubungkan Palu, ibu kota Sulawesi Tengah, yang ditempuh 1,5 jam, hingga Parigi Moutong pun mulus untuk dilalui.

Berkesinambungan

Festival Pesona Teluk Tomini menjadi ikhtiar agar jejak Sail Tomini tetap menggulirkan dampak.
“Kabupaten kami punya 472 km garis pantai, dan semuanya kami lalui pada pelayaran ini. Kalau ditempuh jalan darat sih dua jam, tapi saya puas, kapal dari kayu meranti buatan sendiri ini jadi juara,” kata Herman, nelayan asal Kecamatan Moutong yang juga pimpinan kapal Zarcodes.

Herman yang setiap hari berlayar dari sore hingga siang, sehingga rutin menghabiskan malam di lautan, memancing ikan dengan kailnya, mengaku membangun kapal itu buat berpartisipasi dalam aneka lomba perahu layar yang kini silih berganti diadakan di Sulawesi. “Memang suka melaut, senang juga, hadiahnya juga ada,” kata Herman.

Bunga parigata

Parigi Moutong, merayakan kekayaan baharinya pada helatan Festival Pesona Teluk Tomini pada rangkaian kegiatan yang digelar selama sembilan hari mulai Sabtu (1/4).

Pada puncak perayaan, digelar pula Tomini Fashion Carnaval yang mengha­dirkan parade kostum yang meriah, serupa dengan Jember Fashion Festival.

Bunga parigata yang jadi ikon Parigi Moutong dieksplorasi dalam aneka kostum yang menonjolkan lekuk daun parigata yang elok.

Istimewanya, latar belakang peragaan busana yang jadi pesta rakayat itu ialah bukit hijau dengan tulisan merah besar Parigi Moutong di atasnya. Layak buat latar berswafoto.

Pusat perhatian

“Di pasar internasional, Indonesia telah eksis. Branding Indonesia ada di London, Inggris; Paris, Perancis; dan belahan dunia lainnya. Kita sudah kalahkan Malaysia, yang dulu dengan bangga bilang Malaysia, Trully Asia. Kini, kami fokus ke dalam negeri. Pembenahan berbagai destinasi dan daerah, karena branding harus dibarengi selling,” kata Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) saat membuka puncak acara.

Parigi Moutong, lanjut Tazbir, menjadi salah satu pusat perhatian Kemenpar, karena posisinya yang istimewa, dilintasi garis khatulistiwa, serta melingkupi Teluk Tomini yang terhitung sebagai kawasan teluk terbesar di Indonesia. “Daerah ini adalah surga pariwisata, sehingga harus terus melakukan promosi. Kami siap mendukung promosi ini, agar event daerah jadi agenda nasional bahkan internasional,” ujar Tazbir.

Teluk Tomini dirayakan dari darat dan laut, agar kabar tentang pesona wisata bahari itu menyebar ke penjuru dunia. (M-2)

Komentar