MI Anak

Siap-Siap Ujian Nasional Yuk!

Ahad, 9 April 2017 03:01 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

MI/Duta

HAYO siapa yang murid kelas enam SD? Pastinya sudah siap-siap menghadapi ujian nasional (UN) ya! Siswa kelas 6 SD memang akan menghadapi UN seperti siswa kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA yang ikut ujian pada April ini. Ini sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah 2017, 22 Desember 2016 silam.

"UN tetap dilaksanakan pada 2017. Kita juga tingkatkan mutu ujian sekolah dengan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) untuk beberapa mata pelajaran. Kemendikbud juga akan memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer," kata Pak Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sobat, UN SD akan dilaksanakan pada 15-17 Mei 2017 mendatang. Pada kakakkakak kita yang SMP dan SMA, UN telah berlangsung dengan basis komputer, yakni unbk, ujian nasional berbasis komputer. Namun, ujian SD masih menggunakan manual menggunakan kertas dan pencil.

"Kalau untuk SD masih belum menggunakan komputer, masih manual dengan pengisian kertas lembar jawaban," kata Bu Intan Relita Foloria Giawa, Guru kelas 6 SD Makarios, Jakarta. UN SD mengujikan tiga mata pelajaran utama, yaitu bahasa Indonesia, matematika, dan ilmu pengetahuan alam (IPA). Namun, hasil UN ini tidak lagi menjadi tolok ukur atau penentu kelulusan. Nilai UN digunakan sebagai salah satu cara memetakan mutu pendidikan. Kendati begitu, tetap saja, sebagian besar sekolah, terutama SMP negeri, menjadikan nilai UN sebagai syarat masuk. Jadi, kita harus bersiap maksimal untuk UN ya!

Belajar di Sekolah, Rumah, dan Bimbel

Latihan Terus Nilai Bagus Di beberapa sekolah, persiapan UN dilakukan dengan penyelenggaraan kelas tambahan setelah jam sekolah. "Sekolah membuat program Pendalaman Materi setiap Senin sampai Kamis setelah pulang sekolah untuk anakanak kelas 6," kata Ibu Intan. Pendalaman materi fokus pada 3 pelajaran UN dengan membahas soal-soal dari kelas 4-6. Senin dan Selasa fokus pada matematika, Rabu Bahasa Indonesia sedangkan Kamis, waktunya belajar IPA! Selain kelas tambahan ada pula sekolah yang memberikan simulasi UN loh sobat, seperti SD Cordova, Tangerang.

"Kami diberi ulangan setiap hari seperti layaknya UN. Jadi, kami terbiasa menyelesaikan soal seperti UN," kata Motty Mantika Makallau, siswa Kelas 6 SD Cordova. Sobat, kunci menghadapi UN ini yang paling utama, semakin banyak latihan soal, kamu akan terbiasa dan siap.

Tiga jam sehari

Kiat inilah yang dipraktikkan Angelica Jessie Tanggo. "Kalau di rumah aku selalu belajar sendiri, banyak latihan soal sama baca-baca materi. Memang sih materinya banyak, tapi kan yang penting berusaha meluangkan waktu untuk belajar," kata Angelica.

Angelica yang mempunyai banyak kegiatan di luar sekolah ini setiap harinya meluangkan waktu sedikitnya tiga jam untuk belajar dan mengerjakan PR. Begitu pun dengan Motty, ia belajar setelah salat subuh dan lanjut malam hari. Kalau sobat Medi bagaimana, atau kalian memilih ikut bimbingan belajar (bimbel) ya? Bimbel memang akan melatih cara berpikir dan efektif menjawab soal dengan cepat. Nah, di antara tiga mata pelajaran yang diujikan, mana yang paling menantang menurut Sobat Medi?

"Menurut hasil uji coba ujian dan curhatan siswa, matematika dianggap lebih susah," kata Bu Intan. Namun, sebagian justru mengatakan IPA dan bahasa Indonesia yang memerlukan ketelitian. "Menurutku lebih sulit bahasa Indonesia karena butuh ketelitian dan kemauan membaca. Pertanyaannya suka mengecoh kadang enggak pasti jawabannya," kata Agreeardi Healmy Allidea, siswa kelas 6 SD Negeri Julang Bogor.

Puasa Gawai

AGAR optimal belajar, termasuk bersiap menjawab soal-soal bahasa Indonesia, Pak Zachroni Sampuro, orangtua Agreeardi Healmy Allidea, siswa kelas 6 SD Negeri Julang Bogor, mengharuskan anaknya berpuasa gawai.

"Agreeardi tidak pegang gadget hampir setahun terakhir. Sesekali saja dikasih pinjam untuk melihat kegiatan yang dia ikuti," kata pak Zachroni. Tak hanya itu, Agreeardi yang aktif bermain biola dan melakukan pertunjukkan itu absen dulu latihan dan akan aktif bermusik kembali setelah SMP. Aturan Agra lebih fokus juga dipraktikkan Kiara Dewi Primera, kelas 6 SD Negeri Palebon 01 Semarang.

"Orangtuaku memang membatasi bermain gadget, apalagi pada April ini, hanya boleh di jam-jam tertentu," kata Kiara yang belajar 2 jam setiap hari didampingi orangtua dan kakak perempuannya. Kakaknya mendampingi belajar matematika, ibu di pelajaran IPA, sedangkan ayahnya di bagian Bahasa Indonesia.

Komentar